ONE DAY ONE SHIRAH Eps. 21 - 25
MATERI 21 JILID 1
SI PENGUASA YAMAN
Sahabat fillahku, saat Abdul Muthalib memimpin Mekah, ada sebuah
peristiwa dahsyat. Kejadian ini bermula dari Yaman, sebuah negeri yang terletak
jauh di sebelah selatan Mekah. Saat itu, Yaman diperintah oleh seorang penguasa
bernama Abrahah Al Asyram.
"Aku tidak habis pikir, mengapa setiap tahun seluruh bangsa
Arab datang ke tanah Mekah?" seru Abrahah kepada para menterinya.
"Paduka tahu, disana ada sebuah bangunan bernama Ka'bah.
Bangunan tua itu begitu disucikan oleh penduduk Jazirah Arab sehingga mereka
tidak dapat berpaling darinya. Ke sanalah mereka pergi beribadah menyembah para
dewa sepanjang tahun," jawab salah seorang menteri.
"Apa istimewanya bangunan tua yang terbuat dari batu kasar
itu? Aku ingin negeri kita, Yaman, mempunyai sebuah rumah suci yang akan
membuat bangunan tua di Mekah itu menjadi tidak berarti lagi dan dilupakan
orang!"
"Namun, apa mungkin kita bisa membuat rumah suci baru yang
bisa menandingi Ka'bah?"
"Mengapa tidak? Buat sebuah gereja yang sangat indah! Hiasi
dengan perlengkapan paling mewah yang kita miliki! Gerbang emas, jendela perak,
lantai pualam yang berkilau! Semuanya! Kerahkan seluruh ahli bangunan! Aku
ingin gereja itu selesai dalam waktu singkat!"
Tidak lama kemudian, berdirilah sebuah gereja seindah yang
diinginkan Abrahah. Sang Penguasa Yaman itu mengunjunginya dengan rasa puas.
"Lihat, tidak lama lagi, seluruh orang Arab akan datang ke
sini!" kata Abrahah kepada bawahannya, "bahkan orang orang Mekah akan
melupakan rumah tua mereka begitu melihat bangunan seindah ini!"
Catatan Tambahan
Bendungan Ma'rib
Penduduk asli Yaman adalah kaum Saba. Sebelum datangnya Islam,
negeri Yaman telah terkenal dengan kemajuan teknologi bengunannya. Salah satu
bangunan yang amat terkenal adalah Bendungan Raksasa Ma'rib. Ketika bangunan
ini jebol, banjir besar melanda daerah sekitarnya sehingga para penduduk
terpaksa pindah ke negeri lain.
MATERI 22 JILID 1
PENYERBUAN
Ternyata, apa yang diharapkan Abrahah tidak terjadi. Orang orang
Arab sudah sangat mencintai rumah purba Ka'bah sehingga mereka tidak dapat
berpaling ke rumah suci yang lain, betapa pun indahnya bangunan itu dibuat.
Orang orang Arab merasa ziarah mereka tidak sah jika tidak mengunjungi Ka'bah.
Bahkan, penduduk Yaman sendiri tidak mengindahkan rumah suci baru itu. Seperti
biasa, mereka tetap berbondong-bondong berziarah ke Mekah.
"Tidak ada jalan lain!" geram Abrahah.
"Gerakkan pasukan gajah kita! Serbu dan hancurkan Ka'bah!
Aku sendiri yang akan memimpinnya! Jika bangunan tua itu hancur dan rata dengan
tanah, orang orang Arab tidak akan punya pilihan lain selain datang ke tempat
kita!"
Sang Penguasa Yaman memang ditakuti orang karena pasukan gajah
yang dimilikinya. Abrahah sendiri naik di atas gajah yang paling besar dan
kuat.
"Maju!" perintahnya.
Terompet pun membahana dan bumi seolah-olah pecah oleh gemuruh
pasukan yang maju ke medan perang. Mendengar keberangkatan pasukan ini untuk
menghancurkan Ka'bah , penduduk Jazirah Arab terkejut bukan kepalang. Walaupun
tahu pasukan Abrahah begitu kuat, jiwa kepahlawanan orang orang Arab menjulang
di hadapan musuh.
Dzu Nafar, seorang bangsawan Arab, mengerahkan masyarakatnya
untuk menahan gerak maju Abrahah. Akan tetapi, ia dikalahkan dan ditawan.
Nufail bin Habib Al Khath'ami memimpin pasukan Kabilah Syahran dan Nahis.
Namun, ia juga dikalahkan dan dijadikan penunjuk jalan pasukan Abrahah.
Apa yang akan dilakukan Abdul Muthalib ketika mendengar sebuah
pasukan besar menuju negerinya untuk menghancurkan rumah suci Ka'bah?
Catatan tambahan
Al Qullayus
Al Qullayus adalah nama gereja yang dibangun Abrahah agar orang
tidak lagi pergi haji ke Mekah, tetapi ke gereja ini. Mengetahui maksud Abrahah
ini, bangsa Arab marah karena kecintaan mereka pada Ka'bah sudah mendarah
daging. Bahkan, seseorang dari suku Kinani malah pergi memasuki Al Qullayus dan
membuat kerusakan di dalamnya. Peristiwa inilah yang memicu Abrahah untuk
menghancurkan Ka'bah.
MATERI 23 JILID 1
SIKAP PENDUDUK MEKAH
"Kita lawan mereka, Abdul Muthalib! Berikan peringatan
kepada setiap orang untuk bertempur!"
Orang orang Quraisy di Mekah panik. Mereka meminta pendapat
Abdul Muthalib untuk bertempur. Abdul Muthalib tahu, sekeras apapun mereka
melawan, semuanya akan sia-sia. Pasukan Mekah akan ditaklukkan. Karena itu, ia
menjawab dengan bijak, "Tidak, kita tidak akan mampu. Seorang utusan
Abrahah telah tiba dan menyampaikan keterangan bahwa Abrahah tidak akan
memerangi kita. Abrahah hanya ingin menghancurkan Ka'bah. Kita akan selamat
jika tidak menghalanginya. Aku sarankan semua orang pergi mengungsi ke gunung-gunung
di sekeliling kota."
Abdul Muthalib kemudian mendatangi markas Abrahah bersama
beberapa orang pemuka Mekah.
"Kembalikan unta-unta kami yang dirampas pasukanmu,"
kata Abdul Muthalib kepada Abrahah.
"Akan kukembalikan unta-unta itu! Apakah ada hal lain yang
engkau minta?" tanya Abrahah.
"Urungkan niatmu untuk menghancurkan Ka'bah. Jika engkau
mau, kami akan berikan sepertiga harta dari daerah Tihama yang subur."
Abrahah menggeleng, "Tidak."
"Kalau begitu, kami serahkan pengamanan Ka'bah kepada Tuhan
pemilik Ka'bah!" jawab Abdul Muthalib, lalu dia pergi.
Kini kota Mekah kosong melompong. Penduduknya telah mengungsi.
Jalan lebar terbuka bagi Abrahah untuk menghancurkan Ka'bah yang letaknya sudah
didepan mata.
Siapakah yang mampu menghalangi kekuatan sebesar itu?
Catatan tambahan
Abrahah Al Asyram
Abrahah Al Asyram bukanlah penduduk asli Yaman. Ia datang dari negeri Habasyah di Afrika untuk menduduki Yaman.
70.000 pasukan Habasyah yang dipimpin Aryath berhasil mengalahkan Yaman. Namun, Aryath kemudian dibunuh oleh Abrahah. Sejak itulah Abrahah memerintah Yaman.
Abrahah Al Asyram
Abrahah Al Asyram bukanlah penduduk asli Yaman. Ia datang dari negeri Habasyah di Afrika untuk menduduki Yaman.
70.000 pasukan Habasyah yang dipimpin Aryath berhasil mengalahkan Yaman. Namun, Aryath kemudian dibunuh oleh Abrahah. Sejak itulah Abrahah memerintah Yaman.
MATERI 24 JILID 1
KEHANCURAN ABRAHAH
Sahabat fillahku, Allahlah yang melindungi rumah suci-Nya. Ketika pasukan Abrahah bergerak mendekat, gajah Abrahah berhenti. Sekeras apa pun Abrahah memukulinya, gajah itu tetap duduk tenang, bahkan akhirnya berusaha berjalan lagi ke arah Yaman.
"Maju! Maju! Apa yang terjadi padamu?" bentak Abrahah
pada tunggangannya. "Dalam berbagai medan pertempuran, belum pernah kamu
mengecewakan aku seperti ini! Kamu bahkan tampak ketakutan! Ada apa
sebenarnya?"
"Paduka! Ada yang datang dari arah laut!" teriak
seorang prajurit sambil menunjuk-nunjuk panik.
Saat itulah, dari arah laut, Allah mengirim kawanan burung yang
kepakan sayapnya menutupi sinar matahari seperti iringan awan mendung yang
bergerak cepat. Burung-burung itu menjatuhkan batu-batu menyala ke arah pasukan
gajah. Dengan panik setiap orang berusaha menyelamatkan diri, tetapi sia sia.
Semua orang, termasuk Abrahah, mati. Peristiwa ini Allah abadikan dalam surat
Al Fil :
"Tidakkah engkau (Muhammad) perhatikan, bagaimana Tuhanmu
telah bertindak terhadap pasukan bergajah? Bukankah Dia telah menjadikan tipu
daya mereka itu sia sia? Dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang
berbondong-bondong yang melempari mereka dengan batu dari tanah liat yang
dibakar sehingga mereka dijadikan-Nya seperti daun daun yang dimakan
(ulat)."
Catatan tambahan
Wabah Penyakit
Sebagian ahli tafsir berpendapat bahwa yang dibawa burung itu adalah kuman kuman wabah penyakit cacar. Dalam beberapa hari saja seluruh pasukan mati dengan tubuh rusak seperti daun dimakan ulat. Abrahah berhasil kembali ke Yaman, tetapi tidak lama setelah itu ia pun mati seperti pasukannya.
Wabah Penyakit
Sebagian ahli tafsir berpendapat bahwa yang dibawa burung itu adalah kuman kuman wabah penyakit cacar. Dalam beberapa hari saja seluruh pasukan mati dengan tubuh rusak seperti daun dimakan ulat. Abrahah berhasil kembali ke Yaman, tetapi tidak lama setelah itu ia pun mati seperti pasukannya.
MATERI 25 JILID 1
SILSILAH NABI MUHAMMAD SAW
Sahabat fillahku, kita kembali pada kisah Abdullah bin Abdul
Muthalib yang tidak jadi disembelih karena telah ditebus ayahnya dengan 100
ekor unta .
Abdullah adalah pemuda yang berwajah tampan. Kegagahan parasnya
banyak menarik perhatian gadis-gadis Mekah. Apalagi setelah mereka tahu bahwa
nyawa Abdullah telah ditebus dengan 100 ekor unta, suatu jumlah yang luar biasa
yang tidak pernah dialami seorang pun sebelumnya. Walaupun banyak gadis yang
berusaha menggodanya, kesopanan Abdullah tetap terjaga.
Abdullah adalah ayah Nabi Muhammad SAW.
Berikut ini adalah silsilah Nabi Muhammad SAW
Berikut ini adalah silsilah Nabi Muhammad SAW
Catatan tambahan
Khadijah
Kalian akan melihat nama Khadijah pada silsilah. Khadijah adalah istri Nabi Muhammad. Nabi Muhammad dan Khadijah berasal dari nenek moyang yang sama, yaitu Qushay. Karena berkerabat sebagai sepupu jauh.
Khadijah pernah memanggil Nabi Muhammad dengan sebutan, "Wahai putra pamanku."
Khadijah
Kalian akan melihat nama Khadijah pada silsilah. Khadijah adalah istri Nabi Muhammad. Nabi Muhammad dan Khadijah berasal dari nenek moyang yang sama, yaitu Qushay. Karena berkerabat sebagai sepupu jauh.
Khadijah pernah memanggil Nabi Muhammad dengan sebutan, "Wahai putra pamanku."

Komentar
Posting Komentar