ONE DAY ONE SHIRAH Eps 31 - 35
MATERI 31 JILID 1
HALIMAH
Ketika Halimah dan Harits kembali ke
rombongan, mereka melihat semua kawan mereka telah mendapatkan bayi untuk
dibawa pulang dan disusui.
Melihat itu, Halimah berkata kepada
suaminya, "Demi Allah, aku tak ingin mereka melihatku pulang tanpa membawa
bayi. Demi Allah, aku akan pergi kepada anak yatim itu dan mengambilnya."
"Tidak salah kalau engkau mau
melakukannya. Semoga Allah memberi kita keberkahan melalui anak yatim
tersebut."
Begitulah, akhirnya Halimah dan
suaminya kembali menemui Aminah dan membawa Muhammad ke dusun mereka. Aminah
melepas bayi mungilnya itu dengan perasaan lega bercampur sedih. Lega karena
akhirnya ada yang mengasuh Muhammad, sedih karena harus berpisah dengannya
selama dua tahun.
"Pergilah, Nak. Ibu menunggumu
di sini, " bisik Aminah dengan pipi yang hangat dialiri air mata.
Tatkala menggendong Muhammad, Halimah
keheranan, "Aku tidak merasa repot membawanya, seakan-akan tidak bertambah
beban."
Kemudian, Halimah menyusui Muhammad.
"Lihat, bayi ini menyusu dengan
lahap, " kata Halimah kepada suaminya.
Setelah menyusui Muhammad, Halimah
menyusui bayinya sendiri. Bayi itu juga menyusu dengan lahap. Setelah itu,
Muhammad dan bayi Halimah tertidur dengan lelap.
"Anak kita tidur dengan
lelap," bisik Halimah kepada suaminya, "padahal, sebelumnya kita
hampir tidak bisa tidur karena ia rewel terus sepanjang malam."
Malam itu, keduanya bertambah heran
karena unta tua mereka ternyata kini menghasilkan susu.
"Engkau tahu, Halimah. Sebelum
ini unta tua kita tidak menghasilkan susu setetes pun," gumam Harits.
Suami istri itu meminum air susu unta
sampai kenyang.
"Malam ini benar-benar malam
yang indah, " kata Halimah kepada Harits, "bayi kita tertidur lelap
dan kita pun bisa beristirahat dengan perut kenyang."
"Demi Allah, tahukah engkau
Halimah, engkau telah mengambil anak yang penuh berkah."
"Demi Allah, aku pun berharap
demikian."
Catatan tambahan
Kebanggaan Rasulullah
Kebanggaan Rasulullah
Lingkungan di Bani Sa'ad benar benar
sangat murni. Kelak Rasulullah pun dapat berkata dengan bangga, "Aku
adalah keturunan Arab yang paling tulen. Sebab aku anak suku Quraisy yang
meyusui di Bani Sa'ad bin Bakr."
MATERI 32 JILID 1
KEBERKAHAN
Keberkahan yang dibawa Muhammad kecil
tidak berhenti sampai disitu. Dalam perjalanan kembali ke dusun Bani Sa'ad,
kembali terjadi hal yang mengherankan.
"Suamiku, tidakkah engkau
melihat hal yang aneh pada keledai tungganganku?" tanya Halimah.
"Saat kita pergi, keledai ini
berjalan pelan sekali," Harits menanggapi, "tetapi, kini ia dapat
berjalan cepat seolah tak kenal lelah. Padahal, beban yang dibawanya cukup
berat."
Keledai itu berjalan cukup cepat
sehingga bisa menyusul dan melewati rombongan wanita Bani Sa'ad lainnya yang
telah berjalan lebih dulu.
"Halimah putri Abu
Dhu'aibi!" panggil para wanita itu keheranan, "tunggulah kami!
Bukankah ini keledai yang engkau tunggangi saat kita pergi?"
"Demi Allah, begitulah,"
balas Halimah, "ini memang keledaiku yang dulu."
"Demi Allah, keledaimu itu kini
bertambah perkasa!"
Ketika tiba di rumah, Halimah dan
Harits tambah terkejut.
"Sepetak tanah kita!" bisik
Halimah tak percaya.
"Sepetak tanah kita ini jadi
begitu hijau dan subur! Padahal, saat kita berangkat, tak ada sepetak tanah pun
yang lebih gersang dari ini!"
"Domba-domba juga!" seru Harits,
"domba domba kita jadi gemuk dan susunya penuh. Kini kita dapat memerah
dan meminum susu mereka setiap hari."
Begitulah keberkahan yang mereka
terima selama mengasuh Muhammad. Namun, dua tahun pun berlalu, kini tiba
saatnya mengembalikan Muhammad kepada ibunya.
MATERI 33 JILID 1
MUHAMMAD KEMBALI KE DUSUN
Halimah dan suaminya mengembalikan
Muhammad kepada Aminah. Alangkah bahagianya Aminah bertemu lagi dengan putra
tunggalnya itu.
"Lihat! Kini engkau tumbuh
menjadi anak yang tegap dan sehat!" ujar Aminah.
Aminah memandang Halimah dan suaminya
dengan mata berbinar-binar penuh rasa terima kasih, "Kalian telah merawat
Muhammad dengan baik, bagaimana aku harus berterimakasih?"
Halimah dan suaminya berpandangan
dengan gelisah. Sebenarnya mereka merasa berat berpisah dengan Muhammad. Mereka
amat menyayangi anak itu. Selain itu, sejak Muhammad datang, kehidupan mereka
dipenuhi keberkahan.
"Kami cuma berharap andaikan
saja engkau sudi membiarkan anak ini tetap bersama kami hingga menjadi besar.
Sebab, aku khawatir ia terserang penyakit menular yang kudengar kini sedang
mewabah di Mekah," pinta Halimah.
Aminah menyadari bahwa yang mereka
pinta ada benarnya, tetapi hatinya bimbang karena hampir tak sanggup berpisah
lagi dengan putranya. Namun, Abdul Muthalib datang. Bangga sekali ia melihat
pertumbuhan cucunya yang begitu bagus di daerah pedalaman.
"Aku ingin Muhammad kembali ke
Dusun Bani Sa'ad sampai ia berusia lima tahun," kata Abdul Muthalib,
"agar ia di situ belajar berkata-kata dan telinganya terbiasa mendengarkan
bahasa Arab yang fasih pula."
Aminah mengerti bahwa ia harus
kembali melepas Muhammad demi masa depan putranya sendiri.
"Beri aku waktu beberapa hari
bersama putraku, setelah itu bolehlah kalian membawanya kembali," kata
Aminah.
Akhirnya, Muhammad pun dibawa kembali
ke dusun Bani Sa'ad. Namun, di sana ia mengalami sebuah peristiwa yang sangat
mengguncangkan. Peristiwa apakah itu?
MATERI 34 JILID 1
PEMBELAHAN DADA
Peristiwa itu terjadi tidak lama
setelah keluarga Halimah kembali ke pedalaman. Saat itu umur Muhammad belum
lagi genap tiga tahun.
Hari itu, Muhammad kecil ikut menggembalakan kambing bersama saudara- saudaranya. Tiba tiba salah seorang putra Halimah datang berlari-lari sambil menangis.
"Ada apa?" Tanya Halimah
dan suaminya panik.
"Saudaraku yang dari Quraisy itu! Dia diambil oleh seorang laki laki berbaju putih. Dia dibaringkan! Perutnya dibelah sambil dibalik-balikkan!"
Halimah dan Harits segera berlari
mencari Muhammad. Mereka menemukan anak itu sedang sendiri. Wajah Muhammad
pucat pasi. Halimah dan suaminya memperhatikan wajah Muhammad baik baik.
"Apa yang terjadi
kepadamu,Nak?" tanya mereka.
"Aku didatangi oleh seorang laki laki berpakaian putih. Aku dibaringkan lalu perutku dibedah. Mereka mencari sesuatu di dalamnya. Aku tak tahu apa yang mereka cari."
Tanpa bertanya lagi Halimah segera
membawa Muhammad pulang. Hatinya dipenuhi kecemasan.
"Aku takut Muhammad didatangi
dan digoda oleh jin "kata Halimah kepada suaminya.
"Lebih baik kita membawanya kembali ke Mekah, "jawab Harits
"Lebih baik kita membawanya kembali ke Mekah, "jawab Harits
MATERI 35 JILID 2
PENUTURAN RASULULLAH
Setelah Muhammad diangkat menjadi
Rasulullah, ia diminta para sahabat untuk menceritakan tentang dirinya. Inilah
yang Rasulullah katakan tentang diri beliau.
"Ketika ibuku mengandungku, ia
melihat sinar keluar dari perutnya. Karena sinar tersebut, istana-istana di
Syam bercahaya.
"Aku disusui di Bani Sa'ad bin
Bakr. Ketika aku bersama saudaraku di belakang rumah sedang menggembalakan
kambing, tiba-tiba dua orang berpakaian putih datang kepadaku dengan membawa
baskom emas yang penuh berisi salju.
"Kedua orang tersebut
mengambilku, lalu membelah dadaku, mengeluarkan jantungku, membelahnya,
mengeluarkan gumpalan hitam dari jantungku, dan membuangnya. Setelah itu,
keduanya mencuci jantungku dan dadaku dengan salju yang telah dibersihkan.
Salah seorang dari keduanya berkata kepada sahabat satunya, 'Timbanglah dia
dengan sepuluh orang dari umatnya.'
"Dia menimbangku dengan 10 orang
umat ku, ternyata aku lebih berat daripada mereka.
"Orang pertama berkata,
'Timbanglah dia dengan 100 orang dari umatnya.'
"Orang kedua itu menimbangku
dengan 100 orang dari umatku, ternyata aku lebih berat daripada mereka. Orang
pertama berkata lagi, 'Timbanglah dia dengan 1000 orang dari umatnya.' Orang
kedua menimbangku dengan 1000 orang dari umatku, ternyata aku lebih berat
daripada mereka.'
"Orang pertama berkata, 'Biarkan
dia. Demi Allah, seandainya engkau menimbangnya dengan seluruh umatnya, ia lebih
berat daripada mereka '."
Catatan Tambahan
Tujuan peristiwa ini adalah mempersiapkan diri Muhammad untuk mendapatkan pemeliharaan dan wahyu agar manusia lebih mudah mengimami Rasulullah dan membenarkan risalahnya.
Tujuan peristiwa ini adalah mempersiapkan diri Muhammad untuk mendapatkan pemeliharaan dan wahyu agar manusia lebih mudah mengimami Rasulullah dan membenarkan risalahnya.
Komentar
Posting Komentar