TAFSIR SURAH AL BAQARAH AYAT 33
RUBRIK TAFSIR ODOJERS
Edisi 16
Jum'at , 8 Mei 2015
Jum'at , 8 Mei 2015
Tafsir Surah AlBaqarah ayat 33
قَالَ يَا آدَمُ أَنبِئْهُمْ بِأَسْمَآئِهِمْ فَلَمَّا أَنْبَأَهُمْ بِأَسْمَآئِهِمْ قَالَ أَلَمْ أَقُلْ لَّكُمْ إِنِّيْ أَعْلَمُ غَيْبَ السَّمَاوَاتِ
وَ الْأَرْضِ وَ أَعْلَمُ مَا تُبْدُوْنَ وَ مَا كُنْتُمْ تَكْتُمُوْنَ (٣٣)
وَ الْأَرْضِ وَ أَعْلَمُ مَا تُبْدُوْنَ وَ مَا كُنْتُمْ تَكْتُمُوْنَ (٣٣)
Artinya:
"Berkata Dia : Wahai Adam! beritahukanlah kepada mereka nama-nama itu semuanya! Maka tatkala telah diberitahukannya kepada mereka nama-nama itu semua, berfirmanlah Dia : Bukankah telah Aku katakan kepada kamu, bahwa sesungguhnya Aku lebih mengetahui rahasia semua langit dan bumi, dan lebih Aku ketahui apa yang kamu nyatakan dan apa yang kamu sembuyikan" . (33)
Dalam ayat sebelumnya, Allah SWT menceritakan tentang penciptaan manusia untuk menjadi khalifah di muka bumi. Maka ayat 33 menunjukkan tentang keistimewaan kedudukan manusia mulia di sisi Allah.
Ayat ini juga merupakan bukti bahwa manusia mendapat ajaran secara langsung dari Allah Swt. Yaitu, ketika manusia yang pertama diciptakan, Nabi Adam AS, diminta untuk memberitahu nama-nama benda. Allah mengajari Adam nama segala macam benda, baik dzat, sifat, maupun af’al (perbuatanNya).
Sebagaimana yang dikatakan Ibnu Abbas, yaitu nama segala benda dan af’al yang besar maupun yang kecil. Oleh karena itu, Dia berfirman, “Kemudian Dia mengemukakannya kepada para malaikat.” Yakni memperlihatkan nama-nama itu sebagaimana yang dikatakan oleh Abdur Razak, dari Ma’mar, dari Qatadah: “Kemudian Allah mengemukakan nama-nama tersebut kepada para malaikat.”
Firman-Nya, “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda tersebut, jika kamu memang orang-orang yang benar.”
Mengenai firman-Nya, "in kuntum shaadiqiin" (“jika kalian memang orang-orang yang benar,”) dari Ibnu Abbas, adh-Dhahhak mengatakan, artinya, "jika kalian memang mengetahui bahwa Aku tidak menjadikan khalifah di muka bumi".
As-Suddi meriwayatkan, dari Ibnu Abbas, Murrah, Ibnu Mas’ud, dan dari beberapa orang sahabat: “Jika kalian benar bahwa anak cucu Adam itu akan membuat kerusakan di muka bumi dan menumpahkan darah.”
Ibnu Jarir mengatakan, pendapat yang paling tepat dalam hal ini adalah penafsiran Ibnu Abbas dan orang-orang yang sependapat dengannya, artinya yaitu Allah swt berfirman: “Sebutkanlah nama-nama benda yang telah Aku perlihatkan kepada kalian, hai para malaikat yang mempertanyakan: `Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi ini orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah?’ Yaitu dari kalangan selain kami, Padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji-Mu?’ Jika ucapan kalian itu benar bahwa jika Aku menciptakan khalifah di muka bumi ini selain dari golongan kalian ini, maka ia dan semua keturunannya akan durhaka kepada-Ku, membuat kerusakan, dan menumpahkan darah. Dan jika Aku menjadikan kalian sebagai khalifah di muka bumi, maka kalian akan senantiasa mentaati-Ku, mengikuti semua perintah-Ku, serta menyucikan diri-Ku. Maka jika kalian tidak mengetahui nama-nama benda yang telah Aku perlihatkan kepada kalian itu, padahal kalian telah menyaksikannya, berarti kalian lebih tidak mengetahui akan sesuatu yang belum ada dari apa-apa yang nantinya bakal terjadi".
Firman Allah : “Allah berfirman: ‘Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini.’ Maka setelah itu diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: ‘bukankah sudah Aku katakan kepadamu bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi serta mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan.”‘
Zaid bin Aslam mengatakan, Adam berkata: “Engkau ini Jibril, engkau Mikail, engkau Israfil, dan seluruh nama-nama, sampai pada burung gagak.”
Mengenai firman Allah : “Allah berfirman: ‘Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda,” Mujahid mengatakan yakni nama-nama burung Merpati, burung gagak, dan nama-nama segala sesuatu.
Setelah keutamaan Adam atas malaikat ini terbukti dengan menyebutkan segala nama yang telah diajarkan oleh Allah Swt kepadanya, maka Allah berfirman kepada para malaikat: “Bukankah sudah Aku katakan kepadamu bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi serta mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan.”
Ibnu Jarir mengatakan, pendapat Ibnu Abbas, bahwa makna firman-Nya: “Dan Aku mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan, ” Yaitu selain pengetahuan-Ku mengenai segala hal yang ghaib di langit dan di bumi, Aku juga mengetahui apa yang kalian nyatakan melalui lisan kalian dan apa yang kalian sembunyikan dari-Ku, baik itu apa yang kalian sembunyikan atau kalian perlihatkan secara terang-terangan.
Yang mereka tampakkan melalui lisan mereka adalah ucapan mereka, “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi ini orang yang akan membuat kerusakan padanya.”
Sedangkan yang dimaksud dengan apa yang mereka sembunyikan, ialah apa yang disembunyikan oleh Iblis untuk menyalahi (perintah) Allah dan angkuh untuk menaatiNya.
Berdasarkan ayat ini, segala yang telah diciptakan oleh Allah SWT, hendaklah semua makhluk termasuk malaikat dan manusia menerimanya dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah SWT. Karena Allah SWT mengetahui segala apa yang tampak maupun yang disembunyikan.
Apabila malaikat tidak setuju ketika Allah SWT hendak menciptakan Adam sebagai khalifah, ia langsung ditegur oleh Allah SWT dengan mudahnya. Hal ini sekaligus menjadi satu dalil bahwasanya kita sebagai manusia tidak boleh bertanya mengapa Allah SWT menjadikan sesuatu atau apa sebab Allah SWT menghalalkan dan mengharamkan sesuatu kerana itu semua adalah hak dan murni pengetahuan Allah SWT.
Jangan kita merasa diri kita mengetahui lebih daripada Allah SWT. Yang menjadikan manusia ialah Allah SWT dan begitu juga apa yang memberi manfaat maupun mudarat adalah kesemuanya diketahui oleh AllahSWT. Oleh sebab itulah jangan kita bertanya tentang segala hukum yang telah Allah tuntutkan kepada manusia sebagaimana firmanNya:
لا يُسْأَلُ عَمَّا يَفْعَلُ وَهُمْ يُسْأَلُونَ
Yang bermaksud: “tidak ditanya daripada apa yang ia jadikan tetapi mereka itulah yang akan ditanya”
Hendaknya kita berserah diri kepada Allah SWT setelah kita mengetahui bahwa Allah SWT maha mengetahui tiap-tiap sesuatu termasuk yang tersembunyi. Begitu pula yang tampak secara lahir sebagaimana sifat malaikat berserah diri kepada Allah SWT dan itulah sifat yang mulia dan terpuji.
Wallaahu'alaam bishshowwab
Tafsir Ibnu Kathir
Tim Penerjemah : Tim Tafsir Divisi TSI PSDM ODOJ
Tim Penerjemah : Tim Tafsir Divisi TSI PSDM ODOJ
Komentar
Posting Komentar