ONE DAY ONE SHIRAH Materi 51 - 60
MATERI 51 JILID 2
MENGGEMBALAKAN KAMBING
MENGGEMBALAKAN KAMBING
Sahabat fillahku, Nabi Muhammad
melewati masa remajanya dengan menggembalakan kambing. Beliau pernah berkata
kepada para sahabatnya, "Musa diutus, dia menggembala kambing. Daud
diutus, dia menggembala kambing. Aku diutus juga menggembala kambing keluargaku
di Ajyad."
Sambil menggembala, pikiran Muhammad
menerawang, "Siapa yang menciptakan bintang-bintang yang begitu kemilau?
Siapa yang membuat udara untuk kuhirup? Siapa yang membuat jantungku berdetak?
Siapa yang membuat matahari mengejar bulan dan bulan mengejar matahari?"
Ribuan pertanyaan seperti itu membuat
Muhammad selalu sibuk berpikir. Hal itu membuat akhlak beliau terjaga demikian
baik dari perbuatan buruk yang sering terjadi di Mekah. Saat itu, orang
menyembah patung dimana-mana, laki-laki dan perempuan yang bukan suami istri
sering pergi berduaan, orang-orang melakukan thawaf tanpa busana, pesta
mabuk-mabukan setiap malam, dan masih banyak keburukan lain.
Meski demikian, pernah juga Muhammad
ingin pergi ke kota untuk melihat sebuah pesta pernikahan.
"Tolong jaga kambing
kambingku," pinta Muhammad kepada seorang teman gembalanya.
"Baiklah, memang sudah
giliranmu yang pergi bersenang-senang," kata teman Muhammad. "Selama
ini, kami selalu ada di padang gembala seperti seorang pertapa."
Muhammad pun pergi memasuki Mekah.
Di ujung kota, ia melihat ada sebuah
pesta pernikahan yang dipenuhi berbagai hiburan dan musik.
Namun, belum sempat Muhammad tiba
dirumah itu, tubuhnya tiba tiba disergap keletihan. Muhammad duduk bersandar di
dinding dan tertidur lelap sampai pagi. Ia tidak sempat melihat tontonan di
pesta sedikit pun.
Esok harinya, Muhammad datang lagi ke
Mekah dengan maksud yang sama. Kali ini, sebelum ia tiba di tempat pesta,
telinganya mendengar musik indah yang turun dari langit, musik yang jauh lebih
indah daripada semua musik di dunia ini. Musik itu membuai Muhammad dan ia pun
kembali tertidur.
Sejak itu, Muhammad tidak lagi
berminat untuk melihat pertunjukan musik di pesta. Agar terhindar dari
kenakalan yang sering dibuat para pemuda seusianya, Muhammad memutuskan untuk
menikah saja.
Sahabat fillahku, tahukah kalian
bahwa Muhammad kemudian berniat untuk menikah dengan seorang gadis?
Catatan Tambahan
AL AMIN
Akhlak Muhammad yang demikian baik selagi muda membuatnya disayang dan dipercaya semua orang hingga ia pun dijuluki Al Amin, artinya "Yang Dipercaya".
AL AMIN
Akhlak Muhammad yang demikian baik selagi muda membuatnya disayang dan dipercaya semua orang hingga ia pun dijuluki Al Amin, artinya "Yang Dipercaya".
MATERI 52 JILID 2
KHADIJAH
KHADIJAH
Sahabat Fillahku, Namanya Khadijah
binti Khuwalid. Sosok nya cantik dan anggun. Setelah ayah dan ibunya meninggal,
saudara-saudara Khadijah saling membagi harta kekayaan peninggalan keduanya.
Namun, Khadijah sadar bahwa kekayaan dapat membuat orang hidup menganggur
dan berfoya foya. Dia dikaruniai kecerdasan yang luar biasa dan kekuatan sikap
untuk mengatasi godaan harta. Maka dari itu, Khadijah pun memutuskan untuk
membangun kekayaannya sendiri berbekal warisan Ayahnya. Tidak lama kemudian,
Khadijah telah membuktikan bahwa kalaupun tidak mendapat harta warisan, dia
pasti mampu mendapatkan kekayaan itu dari hasil jerih payahny sendiri.
Dengan harta yang diperolehnya,
Khadijah membantu orang-orang miskin, janda, anak-anak yatim, dan orang orang
cacat. Jika ada seorang gadis yang tidak mampu, Khadijah menikahkan dan memberi
mas kawinny. Khadijah lembut dan ramah. Walau menjadi pemimpin tertinggi dalam
menjalankan bisnis keluarga sepeninggal Ayahnya, dia juga mau menerima
saran-saran orqng lain. Khadijah tidak menyukai hubungan antara atasan dan
bawahan. Dia menganggap bawahannya sebagai rekan kerja yang pantas dihormati.
Sahabat Fillah, Khadijah sendiri
selalu tinggal dirumah. Karena itu, biasanya dia mempekerjakan seorang agen,
jika sebuah kafilah sedang dipersiapkan untuk pergi ke Luar negeri. Orang yang
dipekerjakan itu bertanggungjawab membawa barang-barang dagangannya untuk
dijual ke pasar pasar asing. Khadijah sangat teliti memilih seorang agen. Dia
juga sangat lihai merencanakan waktu keberangkatan kafilah dan tempat tujuannya
sebab barang akan terjual dengan cepat pada waktu dan tempat yang tepat.
Begitu suksesnya Khadijah sebagai
seorang saudagar, sampai sampai jika sebuah kafilah Quraisy berangkat dari
Mekah, bisa dipastikan lebih dari separuhnya adalah harta perdagangan milik
Khadijah. Dia seperti mempunyai sentuhan emas. Diibaratkan jika dia menyentuh
debu, debu ini akan berubah menjadi "emas". Karena itu penduduk Mekah
menjulukinya"Ratu Quraisy" atau "Ratu Mekah"
Namun, sahabat fillah, kalau cuma
kekayaan yang menjadi ukuran, tentu Allah tidak akan menjadikan Khadijah kelak
sebagai iatri seorang rosul. Pasti ada sifat lain yang lebih utama yang
membuatnya sepadan dengan Muhammad.
Catatan Tambahan
Sebuah kafilah dagang pada masa itu ibarat kampung bergerak. Hewan beban berjumlah 1000 sampai 2500 ekor dan diiringi seratus sampai tiga ratus orang. Kafilah perlu organisasi mantap, biaya besar, dan keberanian yang cukup. Jika ad perampok, seluruh anggota kafilah harus berani menyabung nyawa untuk mempertahankan harta.
Sebuah kafilah dagang pada masa itu ibarat kampung bergerak. Hewan beban berjumlah 1000 sampai 2500 ekor dan diiringi seratus sampai tiga ratus orang. Kafilah perlu organisasi mantap, biaya besar, dan keberanian yang cukup. Jika ad perampok, seluruh anggota kafilah harus berani menyabung nyawa untuk mempertahankan harta.
MATERI 53 JILID 2
WANITA SUCI
WANITA SUCI
Sahabat Fillahku, Khadijah mempunyai seorang
paman bernama Waraqah bin Naufal. Waraqah adalah sanak saudara Khadijah yang
paling tua. Dia Sangat mengutuk kebiasaan bangsa arab Jahiliah yang menyembah
berhala sehingga menyimpang jauh dari yang diajarkan Nabi Ibrahim dan Nabi
Ismail. Waraqah sendiri adalah hamba Allah yang setia dan lurus. Dia tidak
pernah meminum minuman keras dan berjudi. Dia murah hati terhadap orang
orang miskin yang membutuhkan pertolongannya.
Khadijah sangat terpengaruh pemikiran
Waraqah bin Naufal. Khadijah juga sangat membenci berhala dan patung patung
sesembahan. Bersama beberapa keluarganya, Khadijah adalah pengikut setia ajaran
Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Jika mendengar ada seorang anak perempuan akan
dikubur hidup hidup. Waraqah dan Khadijah akan segera menemui sang Ayah dan
mencegah perbuatannya. Jika kemiskinan merupakan alasan rencana pembunuhan itu,
Khadijah dan Waraqah akan membeli anak itu dan membesarkanny seperti anak
kandung sendiri.
Sering kali beberapa waktu setelah
itu, ayah si anak menyesali perbuatannya dan mengambil putrinya kembali.
Waraqah dan Khadijah akan memastikan dulu bahwa anak itu akan diasuh dengan
benar dan disayangi, setelah itu barulah dia mengizinkan sang Ayah membawa anak
kembali.
Budi pekerti Khadijah yang agung,
santun, lembut dan penuh keteladanan ini membuat semua orang juga menjulukinya
sebahai Khadijah At Thahirah atau Khadijah yang suci. Pertama kalinya dalam
bangsa Arab seorang wanita dijuluki demikian, padahal orang Arab pada masa
jahiliah itu sangat mengagungkan laki laki dan merendahkan wanita.
Catatan Tambahan
Selain Khadijah, ada pula beberapa saudagar wanita terkenal. Diantaranya adalah Hindun, istrinya abu Sofyan dan Asma binti Mukharribah, ibu Abu Jahl. Para Saudagar wanita ini biasanya juga menjual keperluan wanita, seperti pakaian, parfum, perhiasan emas dan perak, permata dan obat obatan. Barang barang ini tidak memerlukan banyak ruang, ringan dan laku keras dimana mana.
Selain Khadijah, ada pula beberapa saudagar wanita terkenal. Diantaranya adalah Hindun, istrinya abu Sofyan dan Asma binti Mukharribah, ibu Abu Jahl. Para Saudagar wanita ini biasanya juga menjual keperluan wanita, seperti pakaian, parfum, perhiasan emas dan perak, permata dan obat obatan. Barang barang ini tidak memerlukan banyak ruang, ringan dan laku keras dimana mana.
MATERI 54 JILID 2
PEMBICARAAN ABU THALIB
PEMBICARAAN ABU THALIB
Pada musim semi tahun 595 Masehi,
para pedagang Mekah kembali mulai menyusun kafilah perdagangan musim panas
mereka untuk membawa barang dagangan ke Syiria. Khadijah juga sedang
mempersiapkan barang dagangannya, tetapi ia belum menemukan seseorang untuk
menjadi pemimpin khafilahnya. Beberapa nama diusulkan orang, namun, tidak satu
pun yang berkenan di hatinya.
Mendengar itu, Abu Thalib mendatangi
Khadijah dan menawarkan kepadanya Muhammad, keponakannya yang baru berusia 25
tahun, untuk menjadi agen Khadijah. Abu Thalib tahu bahwa Muhammad belum cukup
berpengalaman, tetapi ia sangat yakin bahwa Muhammad lebih dari sekadar mampu.
Seperti penduduk Mekah lain, Khadijah pun telah mendengar nama Muhammad. Satu
hal yang Khadijah yakin adalah kejujuran Muhammad. Bukankah orang Mekah
menjulukinya "Al Amin" atau "Orang yang bisa dipercaya"?
Maka, Khadijah segera menyetujui tawaran Abu Thalib. Bahkan ia hendak memberi
Muhammad upah dua kali lipat daripada yang diberikan kepada orang lain. Oleh
karena itu, Abu Thalib pulang dengan gembira.
Segera saja Abu Thalib dan Muhammad
menemui Khadijah yang kemudian menerangkan tentang seluk beluk perdagangan.
Otak Muhammad yang cerdas bekerja dengan tangkas. Ia segera memahami semuanya.
Tidak satu penjelasan pun yang ia minta diterangkan ulang.
Maka, kafilah pun disiapkan dengan
suara riuh rendah. Khadijah menyertakan seorang pembantu laki-lakinya yang
terpercaya. Maisarah, untuk mendampingi Muhammad di perjalanan. Diantar Abu
Thalib dan paman-pamannya yang lain, Muhammad datang pada hari yang telah
ditentukan. Mereka disambut seorang paman Khadijah yang sedang menanti mereka
dengan surat-surat perdagangan.
Pemimpin kafilah membunyikan bel dan
semuanya segera berangkat. Pada musim panas, kafilah Mekah berangkat menjelang
senja dan terus berjalan pada malam hari. Mereka beristirahat pada siang hari
karena perjalanan siang akan sangat melelahkan semua orang. Maka, berangkatlah
Muhammad menempuh jalur yang pernah ditempuh bersama pamannya 13 tahun yang
lalu.
Catatan Tambahan
Upah untuk Muhammad
Tadinya, upah yang diberikan Khadijah bagi seorang agen adalah 2 ekor unta. Namun, Abu Thalib menawarnya menjadi 4 ekor unta. Maka, Khadijah pun menjawab, "Kalau permintaan itu bagi orang yang jauh dan tidak kusukai saja akan kukabulkan, apalagi buat orang yang dekat dan kusukai."
Upah untuk Muhammad
Tadinya, upah yang diberikan Khadijah bagi seorang agen adalah 2 ekor unta. Namun, Abu Thalib menawarnya menjadi 4 ekor unta. Maka, Khadijah pun menjawab, "Kalau permintaan itu bagi orang yang jauh dan tidak kusukai saja akan kukabulkan, apalagi buat orang yang dekat dan kusukai."
MATERI 55 JILID 2
BERDAGANG KE SYAM
BERDAGANG KE SYAM
Di perjalanan, Muhammad mendapati bahwa
Maisarah adalah teman yang baik. Dengan senang hati, Maisarah menunjukkan dan
menceritakan sejarah berbagai tempat menarik yang mereka lewati. Muhammad juga
menemui bahwa anggota kafilah yang lain sangat ramah dan akrab terhadapnya.
Setelah satu bulan berjalan, tibalah mereka di Syiria.
Setelah beristirahat beberapa hari,
mulailah para pedagang menuju ke pasar. Walaupun ini adalah pengalaman pertama.
Muhammad sama sekali tidak bingung dengan tugasnya. Maisarah tercengang melihat
kelihaian Muhammad mengambil keputusan, pikirannya yang tajam, serta
kejujurannya. Semua barang yang mereka bawa laku terjual dengan jumlah
keuntungan yang belum pernah didapatkan Khadijah sebelum itu. Setelah itu,
Muhammad membeli barang-barang berkualitas yang pasti akan terjual dengan harga
tinggi di Mekah.
Di Syiria itu, setiap orang yang
berjumpa dengan Muhammad pasti sangat terkesan olehnya. Penampilan Muhammad
sangat memesona, ramah, dan sangat besar perhatiannya pada setiap orang. Di
tengah-tengah kesibukan itu, Maisarah melihat bahwa Muhammad selalu
memanfaatkan setiap waktu senggang untuk menyendiri dan berpikir. Ini benar
benar tidak lazim bagi Maisarah. Ia tidak menyadari bahwa tuan mudanya ini
memang sangat terbiasa meluangkan waktu untuk memikirkan nasib umat manusia.
Muhammad juga amat heran melihat
perpecahan berbagai kelompok Nasrani di Syiria. Setiap masing masing dari
mereka memiliki jalan dan pendapat sendiri padahal seharusnya mereka bergabung
dalam satu kelompok. Manakah yang paling benar dari semuanya? Pikiran pikiran
seperti ini membuat mata Muhammad selalu terbuka pada saat orang orang lain
terlelap tidur.
Akhirnya, waktu untuk pulang pun
tiba. Oleh oleh untuk handai tolan pun dibeli dan semua barang dikemas. Waktu
pulang adalah waktu yang paling menggembirakan karena mereka akan berjumpa lagi
dengan orang orang tercinta di kampung halaman. Mereka tidak sabar lagi
mendengar tawa ria anak anak mereka saat kembali nanti dan mereka sadar jika
waktu itu tiba, tidak akan kuat lagi mereka menahan air mata.
Catatan Tambahan
Hari Jumat
Hari Jumat pada zaman jahiliyah adalah hari bersuka ria di seluruh jazirah. Semua orang sibuk di pasar. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa pernah khutbah Jumat Rasulullah hampir terganggu karena saat itu datang kafilah membawa barang dagangan. Pada hari Jumat, semangat berdagang mengaliri darah semua orang pada kala itu.
Hari Jumat
Hari Jumat pada zaman jahiliyah adalah hari bersuka ria di seluruh jazirah. Semua orang sibuk di pasar. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa pernah khutbah Jumat Rasulullah hampir terganggu karena saat itu datang kafilah membawa barang dagangan. Pada hari Jumat, semangat berdagang mengaliri darah semua orang pada kala itu.
MATERI 56 JILID 2
PERASAAN KHADIJAH
PERASAAN KHADIJAH
Beberapa bulan setelah kepergiannya,
kafilah Mekah pun datang kembali. Di tempat perhentian Marr Al Zahran, sehari
perjalanan dari Mekah, para agen biasanya mendahului datang ke Mekah untuk
memberi laporan perdagangan. Muhammad pun demikian. Ia lebih dulu tiba di
Mekah. Namun, sebelum bertemu Khadijah, ia berthawaf dulu tujuh keliling
mengelilingi Ka'bah.
Dari atas balkonnya yang megah,
Khadijah bergegas datang menyambut dan Muhammad pun melaporkan hasil penjualan,
barang yang dibeli, serta berbagai pengalaman kecil dalam perjalanan. Saat itu,
Khadijah sudah sangat terkesan dengan hasil yang diperoleh Muhammad, tetapi itu
belum seberapa. Setelah Muhammad pulang, Maisarah menceritakan sendiri
kesan-kesannya terhadap Muhammad.
"Sungguh, belum pernah aku
melihat pemuda yang demikian sempurna memandang masa depan.
Keputusan-keputusannya selalu tepat dan perkiraannya tidak pernah salah. Ia
juga sangat jujur dan sopan, " demikian sebagian kisah Maisarah.
Khadijah betul-betul sangat terkesan
dengan agen barunya itu. Waraqah bin Naufal pun datang dan mendengar sendiri
kisah Maisarah tentang Muhammad. Ada hal yang aneh pada diri Maisarah. Biasanya,
ia sangat menekankan laporannya pada masalah masalah bisnis. Akan tetapi, kini
persoalan dagang seolah-olah menjadi hal kecil. Yang dibicarakan Maisarah kali
ini melulu tentang Muhammad, Muhammad, dan Muhammad. Padahal, keuntungan yang
mereka dapat kali ini benar benar luar biasa. Jika dikatakan bahwa Khadijah
memiliki "Sentuhan Emas", tepatlah apabila Muhammad disebut memiliki
"Sentuhan penuh berkah".
Ketika Waraqah telah mendengar semua
itu, ia tenggelam dalam pemikiran yang sungguh sungguh. Setelah cukup lama
berdiam diri, ia berkata kepada Khadijah, "Mendengar darimu dan dari
Maisarah mengenai Muhammad dan juga dari apa yang kulihat sendiri, aku
berpendapat bahwa ia memiliki semua sifat dan kemampuan sebagai seorang utusan
Allah. Mungkin dialah yang ditakdirkan untuk menjadi salah seorang di antara
para rasul pada masa yang akan datang."
MATERI 57 JILID 2
PERNIKAHAN AGUNG
Sahabat fillahku, Khadijah memiliki
teman seorang wanita bangsawan bernama Nafisah binti Munyah. Nafisah tahu
setelah suami kedua Khadijah meninggal, banyak bangsawan Quraisy yang
melamarnya, namun Khadijah menolak semua itu. Nafisah tahu bahwa Khadijah takut
semua lamaran itu hanya bertujuan mengincar hartanya. Lebih dari itu, Nafisah
juga tahu bahwa yang diinginkan Khadijah adalah seorang laki-laki berakhlak
agung. Nafisah juga tahu bahwa ada satu laki-laki yang seperti itu di Mekah:
Muhammad.
Karena itulah, begitu Khadijah
membuka diri kepadanya tentang Muhammad, Nafisah tidak terkejut lagi. Khadijah
meminta Nafisah mencari jalan untuk mengetahui bagaimana pandangan Muhammad
tentang diri Khadijah. Maka, ketika Muhammad dalam perjalanan pulang dari
Ka'bah, Nafisah menghentikannya. Nafisah pun bertanya, "Wahai Muhammad,
Anda telah menjadi seorang pemuda. Banyak lelaki yang lebih muda daripada Anda
telah menikah dan beberapa di antaranya bahkan telah mempunyai anak. Mengapa
Anda tidak menikah?"
"Aku belum mampu menikah, ya
Nafisah. Aku tidak mempunyai kekayaan yang cukup untuk menikah."
"Apa jawaban Anda jika ada
seorang wanita yang cantik, kaya, dan terhormat mau menikah dengan Anda
walaupun Anda miskin?"
Muhammad balik bertanya dengan
sedikit terperangah, "Siapakah wanita yang seperti itu?"
Nafisah tersenyum, "Wanita itu
adalah Khadijah putri Khuwailid."
Alis Muhammad tambah terangkat,
"Khadijah? Bagaimana mungkin Khadijah mau menikah denganku? Bukankah Anda
tahu bahwa banyak bangsawan kaya raya dan kepala kepala suku di Arab ini yang
telah melamarnya dan ia telah menolak mereka semua?"
"Jika Anda mau menikahinya,
katakan saja dan serahkan semuanya kepadaku. Aku akan mengurus semuanya."
Ketika Abu Thalib menyetujuinya,
Muhammad pun mengiyakan Nafisah. Maka, pernikahan pun dilangsungkan. Sebagai
pengantin, Muhammad datang didampingi paman -pamannya yang ikut berbahagia.
MATERI 58 JILID 2
PERAWAKAN MUHAMMAD
Sahabat fillahku, jarang ada
pernikahan dilangsungkan demikian agung. Dalam acara itu, semua pemimpin
Quraisy dan pembesar Mekah diundang. Mempelai laki-laki menunggang kuda yang
gagah diiringi para pemuda Bani Hasyim yang menghunus pedang. Sementara itu,
kaum wanita Bani Hasyim berjalan lebih dulu dan telah diterima di rumah
mempelai wanita.
Rumah Khadijah yang megah saat itu
telah diterangi cahaya lilin dalam lampion-lampion yang digantung dengan
rantai-rantai emas. Setiap lampion terdiri atas 7 batang lilin. Semua
pembantu Khadijah diberi seragam khusus untuk menyambut para tamu yang datang
menjelang sore hari. Kamar pengantin benar-benar istimewa. Kain sutera dan
brokat digantung begitu serasi. Lantainya tertutup karpet putih dan diharumi
dupa dari guci perak.
Khadijah sendiri begitu anggun hingga
tampak bercahaya seperti matahari terbit. Ia mengenakan pakaian pengantin yang
sangat indah dan jarang ada duanya saat itu. Abu Thalib adalah wakil mempelai
laki-laki dalam memberi sambutan, sedangkan Waraqah bin Naufal adalah wakil
pengantin wanita.
Tidak ada laki-laki segagah Muhammad.
Paras mukanya manis dan indah. Perawakannya sedang, tidak terlampau tinggi,
juga tidak pendek. Rambutnya hitam sekali dan bergelombang. Dahinya lebar dan
rata di atas sepasang alis yang lengkung, lebat dan bertaut. Sepasang matanya
lebar dan hitam, di tepi putih matanya agak kemerahan, tampak lebih menarik dan
kuat. Pandangannya tajam dengan bulu mata yang hitam pekat. Hidungnya
halus dan merata dengan barisan gigi yang bercelah-celah.
Cambangnya lebar, berleher jenjang,
dan indah. Dadanya lebar dengan kedua bahu yang bidang. Warna kulitnya terang
dan jernih dengan kedua telapak tangan dan kaki yang tebal. Jika berjalan,
badannya agak condong ke depan, melangkah cepat-cepat, dan pasti. Air mukanya
membayangkan renungan dan penuh pikiran, pandangan matanya menunjukkan
kewibawaan, membuat orang patuh kepadanya.
Catatan Tambahan
Nabi yang Tampan
Rasulullah mengatakan bahwa Allah
tidaklah mengutus seorang Nabi dan Rasul melainkan mereka itu gagah dan
berwajah tampan. Dan Nabi kita tercinta, Muhammad adalah salah satu yang
tertampan di antara mereka.
MATERI 59 JILID 2
SIFAT MUHAMMAD
Sahabat fillahku, Muhammad telah
mendapat karunia Allah dengan pernikahan ini. Dari seorang pemuda miskin, Allah
telah mengangkatnya menjadi laki-laki berkedudukan tinggi dengan harta yang
mencukupi.
Seluruh penduduk Mekah memandang
pernikahan ini dengan gembira dan penuh rasa hormat. Semua undangan yang hadir
berharap bahwa dari pasangan yang sangat ideal ini kelak lahir keturunan yang
akan mengharumkan nama Quraisy. Para sesepuh dari kedua keluarga tahu bahwa
Khadijah akan mendukung suaminya dengan kasih sayang dan harta berlimpah.
Sebaliknya, mereka juga berharap bahwa Muhammad yang bijak dan cerdas akan
membimbing istrinya menuju kebahagiaan hidup.
Kehidupan berlanjut dan keikutsertaan
suami istri itu dalam pergaulan yang baik dengan masyarakat membuat orang
semakin menghormati mereka. Walau telah mendapat kehormatan demikian itu,
Muhammad tetaplah seorang yang rendah hati. Itu adalah sifatnya yang menonjol.
Jika ada yang mengajaknya berbicara, tidak peduli siapa pun itu, ia akan
mendengarkan dengan penuh perhatian tanpa menoleh kepada orang lain. Tidak saja
mendengarkan dengan hati hati, Muhammad bahkan memutar badannya untuk menghadap
orang yang mengajaknya berbicara.
Semua orang tahu bahwa bicara
Muhammad sedikit. Ia justru lebih banyak mendengarkan pembicaraan orang lain.
Selain bicara, Muhammad bukanlah orang yang tidak bisa diajak bergurau. Ia
sering juga membuat humor dan mengajak orang lain tertawa, tetapi apa yang ia
katakan dalam bergurau sekalipun adalah sesuatu yang benar.
Orang yang menyukai Muhammad yang
apabila tertawa, tidak pernah sampai terlihat gerahamnya. Apabila marah, tidak
pernah sampai tampak kemarahannya. Orang tahu ia marah hanya dari keringat yang
tiba tiba muncul di keningnya. Muhammad selalu menahan marah dan tidak menampakkannya
keluar.
Orang orang menyayangi Muhammad
karena ia lapang dada, berkemauan baik, dan menghargai orang lain. Ia
bijaksana, murah hati, dan sangat mudah bergaul dengan siapa saja. Namun,
dibalik semua kelembutan itu, ia mempunyai tujuan yang pasti, berkemauan keras,
tegas, dan tidak pernah ragu ragu dalam tujuannya. Sifat sifat demikian berpadu
dalam dirinya sehingga menimbulkan rasa hormat yang dalam bagi orang orang yang
bergaul dengan Muhammad.
Catatan Tambahan
Mahar Pernikahan
"Saksikanlah para hadirin,"
kata Waraqah bin Naufal dengan suara agak keras. "Saksikanlah bahwa aku
menikahkan Khadijah dengan Muhammad, dengan mas kawin senilai 12 ekor
unta."
MATERI 60 JILID 2
BAQUM SI PEDAGANG ROMAWI
Sahabat fillahku, Muhammad bukankah
orang yang suka berpangku tangan, tetapi turut aktif bergaul dalam masyarakat.
Suatu hari terjadilah sebuah peristiwa yang membuat nama Muhammad menjadi
semakin harum. Peristiwa itu didahului oleh banjir besar yang melanda Mekah.
Bukit-bukit di sekitar Mekah tanpa ampun menumpahkan air hujan yang jarang
turun itu ke kota yang tepat berada di bawah. Banjir itu menyebabkan dinding
Ka'bah yang memang sudah lapuk jadi retak dan terancam runtuh.
Sebenarnya, sebelum banjir tiba,
sudah ada pemikiran untuk memperbaiki Ka'bah, tetapi orang orang takut apabila
Tuhan Ka'bah marah. Setelah banjir, tidak bisa dielakkan lagi bahwa
dinding Ka'bah harus diperbaiki dan ditinggikan. Sudah menjadi takdir
Allah bahwa waktu itu juga tersiar berita ada sebuah kapal Romawi terdampar di
laut Merah, dekat dengan pelabuhan Syu'aibah. Kapten kapal Romawi itu adalah
seorang Nasrani yang berasal dari Mesir. Baqum, namanya.
Orang orang Mekah mengutus Walid bin
Mughirah dan serombongan orang untuk membeli kapal itu, membongkar kayu kayunya,
dan mengangkutnya untuk membangun kembali Ka'bah. Baqum pun akhirnya juga
dikontrak sebagai ahli kayu.
Pada mulanya, tidak seorang pun
berani membongkar dinding Ka'bah walau secuil karena takut dikutuk Tuhan.
Mungkin mereka masih ingat dengan jelas apa yang menimpa Abrahah dan pasukan
gajahnya saat ingin menghancurkan Ka'bah. Namun, akhirnya, Walid bin Mughirah
memberanikan diri merombak sudut bangunan bagian selatan. Setelah itu, ia
menunggu sampai besok. Ketika pagi tiba dan ia tidak juga dikutuk, mereka pun
mulai melakukan pembenahan Ka'bah.
Catatan Tambahan
Kambing Sedekah
Setelah upacara resmi pernikahan
selesai, Muhammad memerintahkan agar seekor kambing disembelih didepan pintu
rumah Khadijah dan membagikan dagingnya kepada fakir miskin. Itu belum termasuk
undangan untuk menghadiri jamuan yang akan diadakan pada malam harinya. Jadi,
selain diundang jamuan makan, fakir miskin pun dapat membawa pulang ke rumah
beberapa kantung daging.
Komentar
Posting Komentar