ONE DAY ONE SHIRAH Eps 1 - 5


MATERI 1,  JILID 1

JAZIRAH ARAB
Sahabat fillahku, sesungguhnya Jazirah Arab itu tidak hanya terdiri atas gurun pasir. Ada banyak tanah subur yang telah dihuni sejak lama. Tanah-tanah subur itu terutama terletak di daerah pantai, seperti Yaman, Yamamah, Hadramaut, dan Ahsa. Di bagian tengah Jazirah Arab ada sebuah wilayah subur lain bernama Najd. Wilayah ini dikenal sebagai tempat asal kuda Arab yang termahsyur ke mana-mana.

Najd dan Yamamah juga terkenal sebagai penghasil gandum. Demikian banyak gandum yang dihasilkan sehingga konon mampu memenuhi kebutuhan seluruh penduduk Jazirah Arab yang ketika Nabi Muhammad dilahirkan berjumlah sekitar 10 juta- 12 juta jiwa. Di kota Madinah terdapat bukit -bukit yang baik untuk ditanami. Sementara itu, kota Thaif terkenal karena buah-buahannya.

Di luar daerah-daerah subur, Jazirah Arab dipenuhi gunung dan bukit-bukit batu yang besar. Tidak ada sungai mengalir. Suhu udaranya sangat panas. Karenanya, penduduk Arab umumnya suka mengembara. Mereka suka berpindah ke tempat mana saja yang dapat memenuhi keperluan hidup sehari-hari berserta hewan-hewan ternak mereka.

Catatan tambahan
Unta
Unta adalah kendaraan yang sangat diandalkan penduduk gurun pasir. Ia dapat mengarungi gurun selama 17 hari tanpa minum. Walaupun pelan, jika dipacu unta dapat menempuh jarak sampai 300 km dalam sehari. Unta mau malahap ranting dan rumput pahit yang di jauhi kambing. Unta juga mau minum air berlumpur dan mengubahnya menjadi susu bermutu tinggi yang dapat digunakan sebagai obat tetes mata. Dagingnya dimakan, bulunya dibuat tali, kulitnya dapat menjadi aneka alat, mulai dari sandal sampai atap dan perisai perang. Air seninya menjadi sampo pencuci rambut. Kukunya dibakar dan diulek menjadi tepung untuk obat luka atau adonan kue. Kotorannya dapat dipakai sebagai bahan bakar. Unta adalah karunia Allah untuk penduduk gurun pasir.


MATERI 2, JILID 1

LETAK MEKAH
Sahabat Fillahku, tahukah kalian nama kota suci kaum Muslimin? Ya betul! Kota suci kaum Muslimin adalah Kota Mekah. Di Kota Mekah inilah letaknya Ka'bah, Baitullah. Ke arah Ka'bahlah seluruh Muslim di dunia menghadapkan diri jika sedang shalat. Di kota Mekah inilah nabi kita tercinta, Muhammad SAW, dilahirkan.

Kemudian, apakah kalian juga tahu di mana letak Kota Mekah? Di atas bukit yang subur? Atau di pinggir sungai besar yang dipenuhi banyak ikan? Sahabat fillahku, sebenarnya Kota Mekah adalah sebuah lembah yang tidak begitu luas di tengah lautan pasir. Bukit-bukit mengurung lembah ini rapat-rapat. Begitu rapatnya sehingga cuma ada tiga jalan untuk keluar dan masuk Mekah. Jalan pertama menuju ke Yaman, jalan ke dua menuju ke Laut Merah, dan jalan ketiga adalah jalan menuju Palestina.

Ribuan tahun yang lalu, Lembah Mekah hanyalah sebuah tempat persinggahan rombongan kafilah, baik yang datang dari Yaman menuju Palestina maupun sebaliknya, yang datang dari Palestina menuju Yaman. Nabi Ismail lah yang pertama kali membuat Mekah menjadi sebuah kota.

Catatan tambahan
Pakaian Orang Arab
Penduduk asli Jazirah Arab adalah suku Badui. Pakaian mereka longgar, hangat pada musim dingin, dan sejuk pada musim panas. Pakaian ini menjaga kulit dari sengatan matahari serta angin kering. Pada zaman para nabi, pakaian ini terdiri atas dua helai. Satu helai melilit tubuh dari bawah ketiak. Satu helai lagi adalah sebuah jubah panjang sampai kaki dan terbuat dari bulu domba atau unta. Warnanya krem dengan lurik tegak berwarna hitam, biru, coklat atau putih. Pakaian wanitanya panjang menyapu tanah dan sangat longgar. Selendang melilit pinggang, jubahnya berlurik merah, kuning, hitam atau biru. Cadarnya berwarna hitam atau putih. Tudung kepala berwarna merah, putih, atau cokelat melindungi mata, telinga, dan hidung dari debu dan badai pasir.
Kisah diambil dari buku Muhammad Teladanku jilid 1 


MATERI 3 JILID 1

BADUI
Sahabat fillahku, suku Badui adalah penduduk asli Jazirah Arab. Mereka adalah prajurit pengelana yang tangguh. Tinggi mereka sedang, tapi kekar, cekatan, dan kuat menderita dalam alam yang keras. Jika ada anggota keluarga yang tewas, para lelaki Badui akan segera membalas pembunuhnya. Mereka berani dalam bertempur dan sabar dalam kekalahan.

Meski demikian, orang Badui terkenal tanah, senang memberi, dan sangat menghormati tamu. Mereka juga tenang, sabar, dan tidak cepat marah. Orang Badui juga sangat mengagumi keindahan syair. Jiwa orang orang Badui mudah terpanggil pada kebenaran. Mereka adalah orang orang sederhana. Mereka duduk di lantai dengan wadah makanan di lutut. Dengan demikian, tidak bisa dibedakan mana majikan dan mana bawahan.

Sahabat fillahku, kepada orang orang inilah Nabi Muhammad SAW, diutus. Berkat bimbingan Nabi Muhammadlah orang orang Badui dari padang pasir yang sunyi ini mampu mengguncang dunia. Merekalah yang akhirnya menyebarkan agama Islam ke seluruh dunia. Merekalah yang membangun umat Islam menjadi umat yang besar dan dihormati.

Namun, jauh sebelum menyebar ke penjuru bumi, perjalanan umat Islam di Jazirah Arab dimulai oleh kisah Nabi Ibrahim AS. Beliau adalah nenek moyang Nabi Muhammad SAW. 

Catatan tambahan
Kemah Badui
Kemah Badui dibuat dari bulu kambing yang ditenun renggang agar ada celah untuk peredaran udara. Kala lembab dan hujan, seratnya merapat menangkal air. Pada musim panas, kemah teduh dan angin meniup dari samping. Pada musim dingin, udara hangat karena hanya bagian depan yang terbuka. Perabotan dalam kemah terbatas pada tikar untuk tidur, perkakas dapur, dan kantong air yang terbuat dari kulit.
Kisah diambil dari buku : Muhammad Teladanku


MATERI 4 JILID 1

KEBERANIAN NABI IBRAHIM
Nabi Ibrahim AS adalah salah satu nabi yang sangat berani menghadapi kaum yang sesat. Beliau tidak peduli mereka mengejek ajakannya.

Pada saat yang tepat, saat semua penduduk mengadakan pesta tahunan, Nabi Ibrahim AS mendatangi kuil dengan membawa kapak besar yang tajam.

Di dalam kuil, banyak sekali makanan untuk persembahan. Makanan itu masih utuh karena patung memang tidak bisa makan. Nabi Ibrahim AS  hanya tersenyum mengingat kebodohan penduduk Negeri Babilonia (sekarang Irak).

Lantas, dengan tangkas, Nabi Ibrahim AS  merobohkan semua patung-patung di dalam kuil, kecuali patung yang paling besar. Sebelum pergi, Nabi Ibrahim AS meninggalkan kapaknya di pundak patung paling besar.

Raja Namrud dan penduduk Babilonia sangat terkejut ketika mereka kembali dan melihat kuil tempat penyembahan mereka hancur.

"Siapa yang telah menganiaya tuhan-tuhan kita?!"teriak raja Namrud sangat marah. "Siapapun dia ... dia harus diberi hukuman yang setimpal!"

"Hamba tau ini pasti perbuatan Ibrahim!"kata seorang penduduk.

"Panggil dia sekarang juga!"

Para pengawal kerajaan diikuti beberapa penduduk mendatangi rumah Nabi Ibrahim AS. Derap langkah mereka terdengar riuh. Nabi Ibrahim AS  pun diseret dan diarak keliling kota. Beliau lalu dibawa ke tempat terbuka.

"Ibrahim, apa betul kamu yang telah menghancurkan tuhan-tuhan kami?" tanya seorang hakim beberapa saat kemudian.

Nabi Ibrahim AS tersenyum tenang, "Bukan," jawabnya singkat, "coba lihat, bukankah yang memegang kapak itu patung yang paling besar? Barangkali dia yang melakukannya," lanjutnya.

"Mana mungkin?Dia tidak bisa melakukan apapun!" Kata hakim tegas.

Nabi Ibrahim AS tersenyum lagi, "Kalau tidak bisa melakukan apapun, mengapa kalian menyembahnya?" ujarnya pelan.

Semua orang terpana mendengar perkataan Nabi Ibrahim AS yang begitu pelan, tetapi amat mengagetkan.

"Mengapa kalian menyembah sesuatu yang tidak mendatangkan kebaikan? Mengapa kalian tidak juga menyadari kesalahan kalian?"

"Diam!" bentak Raja Namrud tidak tahan mendengar kalimat Nabi Ibrahim AS.
"Prajurit! sekarang juga kumpulkan kayu bakar untuk membakar Ibrahim!" Perintahnya kemudian.

Tidak berapa lama, kayu pun terkumpul dan membentuk perapian yang siap membakar Nabi Ibrahim AS.

Begitu api berkobar, Nabi Ibrahim AS  dilemparkan ke dalamnya, disaksikan hampir semua penduduk Negeri Babilonia. Pada saat itu pula, Allah berfirman, _"Hai api, menjadi dinginlah (kamu) dan berilah keselamatan bagi Ibrahim."_ (QS Al Anbiya, 21:69).

Catatan tambahan
Ayah Nabi Ibrahim
Nabi Ibrahim AS dilahirkan di Irak (Kaldea). Ayahnya adalah seorang tukang kayu pembuat patung. Patung-patung itu dijual kepada masyarakat untuk disembah. Ketika remaja, Ibrahim sangat heran melihat patung buatan ayahnya disembah orang. Ayahnya sangat marah ketika Ibrahim menanyakan hal itu. Sebabnya sang ayah khawatir patung-patungnya tidak laku akibat ulah Ibrahim.

                           
Kisah diambil dari : 
Buku  Muhammad Teladanku


MATERI 5 JILID 1

NABI  IBRAHIM AS  DAN BUNDA SARAH
Allah SWT tidak membiarkan Nabi Ibrahim  teraniaya.
"Api menjadi dinginlah dan selamatkan Ibrahim!"  demikian Allah SWT berfirman kepada api.

Api pun tidak dapat membakar tubuh Nabi Ibrahim sehingga beliau dapat keluar dari dalam api dengan selamat. Kemudian, bersama Sarah, istrinya, Nabi Ibrahim  meninggalkan negerinya dan pergi ke Palestina. Dari Palestina, Nabi Ibrahim  dan Sarah tiba di Mesir. Saat itu, Mesir berada di bawah kekuasaan raja-raja Amalekit (Hyksos). Raja-raja Amalekit ini sangat menyukai wanita-wanita cantik. Jika wanita cantik itu telah menikah, raja-raja Amalekit akan membunuh suaminya.

Adik-adik tersayang, Bunda Sarah adalah wanita yang jelita. Melihat kecantikannya, raja berniat meminang Sarah menjadi istrinya.

"Apakah dia istrimu?" tanya raja kepada Nabi Ibrahim.

Nabi Ibrahim mengetahui bahwa dia akan dibunuh jika mengaku bahwa Sarah adalah istrinya. Oleh karena itu, beliau berpura-pura memperlakukan Sarah sebagai adiknya. Setelah itu, sahabat fillah, ternyata raja tidak dapat mendekati Bunda Sarah. Kakinya seolah tertanam di lantai.

"Wanita ini pasti dilindungi oleh Tuhannya. Aku tidak dapat mengganggunya," demikian pikir raja ketakutan.

Akhirnya, raja melepaskan Nabi Ibrahim  dan Bunda Sarah. Sebagai hadiah, raja memberikan seorang hamba wanita bernama Hajar kepada mereka berdua.

Sahabat fillah, Nabi Ibrahim  terus berdakwah. Namun, beliau tidak juga diberi seorang anak untuk melanjutkan tugas dakwahnya, padahal usianya sudah semakin lanjut. Melihat hal itu, Bunda Sarah meminta Nabi Ibrahim  menikahi Hajar.

Apakah Allah memberi Nabi Ibrahim seorang anak dari rahim Hajar?

Catatan tambahan
Raja Namrud

Nabi Ibrahim  dibakar atas perintah Raja Namrud. Namrud adalah raja yang menganggap dirinya Tuhan. Allah kemudian membinasakan Namrud beserta pasukannya dengan serangan nyamuk. Demikian Allah menghinakan orang-orang yang sombong.

Komentar

Postingan Populer