TAFSIR AL BAQARAH AYAT 1 - 14
Edisi Perdana
12 Desember 2014
12 Desember 2014
[Menjadi Mukmin yang Memperoleh Kemenangan]
(بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ الم)
(ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ) (الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ)
(وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ)
(أُولَٰئِكَ عَلَىٰ هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ)
(Al Baqarah, 2: 1-5)
(ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ) (الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ)
(وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ)
(أُولَٰئِكَ عَلَىٰ هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ)
(Al Baqarah, 2: 1-5)
✨Subhanallah..
Surat terpanjang dalam al Quran ini di awali dengan satu ayat yang cukup indah dan memberi kesan mendalam kepada jiwa. Supaya jiwa ini yakin dan terus berusaha menjadi sebaik-baik hamba Allah SWT..
Surat terpanjang dalam al Quran ini di awali dengan satu ayat yang cukup indah dan memberi kesan mendalam kepada jiwa. Supaya jiwa ini yakin dan terus berusaha menjadi sebaik-baik hamba Allah SWT..
(ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ)
Kitab ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.
[Surat Al-Baqarah : 2]
Kitab ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.
[Surat Al-Baqarah : 2]
Allah berfirman lagi:
(الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ)
Yaitu mereka yang beriman pada yang ghaib, melaksanakan solat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka.
[Surat Al-Baqarah : 3]
Yaitu mereka yang beriman pada yang ghaib, melaksanakan solat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka.
[Surat Al-Baqarah : 3]
(وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ)
Dan mereka yang beriman dengan al Quran yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dan kitab yang diturunkan sebelum engkau, dan mereka yakin akan adanya hari akhirat.
[Surat Al-Baqarah : 4]
Dan mereka yang beriman dengan al Quran yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dan kitab yang diturunkan sebelum engkau, dan mereka yakin akan adanya hari akhirat.
[Surat Al-Baqarah : 4]
✨La haw la quawwata illa billah..
Nah, jelas di sini Allah telah memberikan panduan untuk menjadi insan yang bertaqwa.
Nah, jelas di sini Allah telah memberikan panduan untuk menjadi insan yang bertaqwa.
Al Muttaqiin
Inilah ciri seorang Muslim yang memperoleh kemenangan..
Kenapa dengan menjadi golongan yang bertaqwa dikatakan golongan mukmin yang memperoleh kemenangan?
Inilah ciri seorang Muslim yang memperoleh kemenangan..
Kenapa dengan menjadi golongan yang bertaqwa dikatakan golongan mukmin yang memperoleh kemenangan?
Maksud asal at taqwa diambil dari kata dasar: ittiqa' berarti: pencegahan untuk melindungi. Seseorang itu mencegah apa saja kemudaratan untuk melindungi dirinya dari bahaya. Dalam tafsir mushaf al masar, taqwa diartikan sebagai: mengikuti segala perintah Allah dan menjauhi segala laranganNya.
Seandainya kita melaksanakan segala perintah di atas dengan penuh keimanan, kitalah golongan yang sentiasa di bawah petunjuk Allah dan golongan ini adalah mereka yang Al Muflihun.
(أُولَٰئِكَ عَلَىٰ هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ)
Merekalah yang mendapat petunjuk dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.
[Surat Al-Baqarah : 5]
Merekalah yang mendapat petunjuk dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.
[Surat Al-Baqarah : 5]
الفﻻح:
Kemenangan atau kejayaan menurut Abu Ubaidah: كل من أصاب شيئاً من الخير فهو مفلح: siapa yang memiliki sesuatu yang baik maka dialah yang beruntung.
Kemenangan atau kejayaan menurut Abu Ubaidah: كل من أصاب شيئاً من الخير فهو مفلح: siapa yang memiliki sesuatu yang baik maka dialah yang beruntung.
Memiliki sesuatu yang baik:
Inilah Al Muttaqiin.
Yang beruntung:
Inilah al Muflihun
Inilah Al Muttaqiin.
Yang beruntung:
Inilah al Muflihun
✨Kenapa harus berusaha menjadi mukmin yang bertaqwa? Tidak cukupkah kita menjadi mukmin saja?
Dan ketahuilah bahwa tiada balasan terbaik menjadi mukmin yang bertaqwa melainkan mendapat DERAJAT TERTINGGI di JANNATUN NA'IIM..
Wallaahu'alaam bisshowwab
Sumber: Kitab Sofwatut Tafasir-Muhammad Ali AsSobuni.
Ditulis oleh: Ezzah Syahira (dept. Training PSDM ODOJ)
Ditulis oleh: Ezzah Syahira (dept. Training PSDM ODOJ)
Edisi Kedua,
19 Desember 2014
19 Desember 2014
Tafsir Surah Al Baqarah 6-7
Lima ayat pertama dalam mukadimah surah al baqarah merupakan gambaran sifat orang yang bertakwa, dua ayat berikutnya berbicara mengenai sifat-sifat orang kafir, dan tiga belas ayat selanjutnya berbicara mengenai sifat-sifat orang munafik.
Pada edisi yang lalu, telah kita bahas mengenai super model manusia utama [Golongan Manusia Yang Memperoleh Kemenangan]. Pada edisi kali ini akan kita bahas mengenai model manusia yang kedua.
Qauluhu taala:
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَأَنْذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ
Sesungguhnya orang-orang kafir (yang tidak akan beriman), sama saja bagi mereka: Engkau (Muhammad) beri peringatan kepadanya atau engkau tidak beri peringatan, mereka tidak akan beriman.
خَتَمَ اللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ وَعَلَىٰ سَمْعِهِمْ ۖ وَعَلَىٰ أَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ
(Dengan sebab keingkaran mereka), Allah telah mengunci hati mereka serta pendengaran mereka, dan juga penglihatan mereka; dan bagi mereka pula disediakan azab siksa yang amat besar.
Setelah Allah menceritakan tentang golongan yang muttaqin, Allah datangkan pula tentang golongan yang kafir. Agar kita dapat membedakan antara kedua sifat ini dengan jelas.
Dan ini juga membuktikan tentang mukjizat al Quran yang membedakan antara ahli saadah (bahagia) dan ahli syaqawwah (derita), membedakan antara kemenangan dan kekalahan.
Dua ayat di atas jelas menceritakan ciri-ciri orang kafir, yakni:
-Tidak mengindahkan peringatan
-Tidak beriman kepada Allah walaupun setelah diberi peringatan
-Tidak mengindahkan peringatan
-Tidak beriman kepada Allah walaupun setelah diberi peringatan
Peringatan apa?
Tentang keberadaan dan keesaan Allah Swt.
Dan perkara-perkara ghaib: Syurga dan Neraka.
Mereka ini sangat berbeda dengan sifat yang ada pada golongan muttaqin yang beruntung.
Tentang keberadaan dan keesaan Allah Swt.
Dan perkara-perkara ghaib: Syurga dan Neraka.
Mereka ini sangat berbeda dengan sifat yang ada pada golongan muttaqin yang beruntung.
Golongan ini juga:
-Allah menutup hati mereka, pendengaran dan penglihatan mereka.
-Dan bagi mereka disediakan azab yang amat besar.
-Allah menutup hati mereka, pendengaran dan penglihatan mereka.
-Dan bagi mereka disediakan azab yang amat besar.
Mendapat azab yang pedih, inilah pengakhiran golongan ini.
Semoga kita semua tidak termasuk dalam golongan ini dan berusaha mengajak keluarga dan sahabat agar istiqamah dalam beriman kepada Allah azza wa jalla.
Wallahu'alam bishshowwab
Sumber:
1. Tafsir fi zilal Quran : Said Quthb
2. Sofwatut tafasir : Muhammad Ali AsSobuni
Penerjemah:
Ezzah Syahira (dept. Training psdm odoj)
1. Tafsir fi zilal Quran : Said Quthb
2. Sofwatut tafasir : Muhammad Ali AsSobuni
Penerjemah:
Ezzah Syahira (dept. Training psdm odoj)
Edisi Ketiga
Jum'at, 26 Desember 2014
Jum'at, 26 Desember 2014
Tafsir Surat Al-baqarah : 8-10
Sifat orang munafik (1)➰
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ آمَنَّا بِاللَّهِ وَبِالْيَوْمِ الْآخِرِ وَمَا هُمْ بِمُؤْمِنِينَ [8] يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَمَا يَخْدَعُونَ إِلَّا أَنْفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ [9] فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَهُمُ اللَّهُ مَرَضًا ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ [10]
Arti ayat
Di antara manusia ada yang mengatakan: "Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian," padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.[8] Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.[9] Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.[10]
Di antara manusia ada yang mengatakan: "Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian," padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.[8] Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.[9] Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.[10]
Tafsir Ayat
Kita memasuki pembahasan mengenai sifat-sifat orang munafik. Sifat orang munafik jauh berbeda dengan sifat orang beriman yang berbudi luhur dan tidak bisa juga disamakan dengan sifat orang kafir yang memusuhi islam secara jelas.
Kita memasuki pembahasan mengenai sifat-sifat orang munafik. Sifat orang munafik jauh berbeda dengan sifat orang beriman yang berbudi luhur dan tidak bisa juga disamakan dengan sifat orang kafir yang memusuhi islam secara jelas.
Namun dapat kita ketahui, sifat orang munafik lebih buruk dari sifat-sifat yang ada. Sungguh orang seperti ini tidak kita temukan sedikit pun dihati nya keberanian untuk menerima kebenaran.
Mereka mengatakan iman kepada Allah dan hari akhir, namun sejatinya mereka tidak dalam keimanan sedikitpun.
Orang munafik selalu berbeda antara perkataan dengan apa yang diperbuat.
Karena itu, Allah Swt memperingatkan kita terhadap orang-orang munafik, agar tidak tertipu oleh sikap dan perbuatan mereka.
✨Ayat 8 ✨
Allah SWT berfirman,
( ومن الناس من يقول آمنا بالله وباليوم الآخر وما هم بمؤمنين )
"Di antara manusia ada yang mengatakan: 'Kami beriman kepada Allah dan hari kemudian,' pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman."
Allah SWT berfirman,
( ومن الناس من يقول آمنا بالله وباليوم الآخر وما هم بمؤمنين )
"Di antara manusia ada yang mengatakan: 'Kami beriman kepada Allah dan hari kemudian,' pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman."
Maksudnya, mereka menyatakan keimanan sebatas pada lisan saja, namun dibalik perkataan mereka tak ada satupun iman dihati meteka.
Allah juga berfirman,
( إذا جاءك المنافقون قالوا نشهد إنك لرسول الله) [munafiqun : 1 ]
"Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata 'kami mengakui bahwasanya kamu benar-benar Rasul Allah'."
( إذا جاءك المنافقون قالوا نشهد إنك لرسول الله) [munafiqun : 1 ]
"Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata 'kami mengakui bahwasanya kamu benar-benar Rasul Allah'."
Sesungguhnya mereka berkata demikian jika datang dihadapanmu saja, tapi tidak demikian jika dibekangmu.
Maka terhadap orang-orang seperti ini, Allah langsung yang menyebut mereka sebagai seorang pendusta bahkan bukan bagian orang-orang beriman.
(والله يشهد إن المنافقين لكاذبون ) [munafuqun : 1 ]
"Allah mengetahui bahwasanya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta"
(وما هم بمؤمنين )
"Sesungguhnya mereka
bukan orang-orang beriman"
"Allah mengetahui bahwasanya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta"
(وما هم بمؤمنين )
"Sesungguhnya mereka
bukan orang-orang beriman"
✨Ayat 9✨
Allah berfirman : ( يخادعون الله والذين آمنوا ) "mereka menipu Allah dan orang-orang beriman" yaitu dengan menampakkan keimanan kepada Allah dan menyembunyikan kekufuran. Mereka membohongi Allah SWT sebagaimana mereka membohongi orang beriman.
Allah berfirman : ( يخادعون الله والذين آمنوا ) "mereka menipu Allah dan orang-orang beriman" yaitu dengan menampakkan keimanan kepada Allah dan menyembunyikan kekufuran. Mereka membohongi Allah SWT sebagaimana mereka membohongi orang beriman.
Atas perbuatan mereka tersebut, Allah Swt membalikkan keyakinan mereka: ( وما يخدعون إلا أنفسهم وما يشعرون ) "dan tidaklah mereka menipu melainkan menipu diri mereka sendiri, sedangkan mereka tidak sadar"
karena bencana tipu daya itu akan kembali menimpa diri mereka sendiri. Di dunia, rahasia mereka akan Allah SWT bukakan kepada Nabi-Nya, sedangkan di akhirat mereka akan menerima hukuman setimpal.
karena bencana tipu daya itu akan kembali menimpa diri mereka sendiri. Di dunia, rahasia mereka akan Allah SWT bukakan kepada Nabi-Nya, sedangkan di akhirat mereka akan menerima hukuman setimpal.
Berkata Sa'id dari Qotadah, sifat orang munafik itu ada pada banyak hal : memiliki akhlak tercela, tidak sesuai perkataan dengan perbuatan, pagi begini dan sore begitu, selalu berubah-rubah layak nya kapal yang diterpa angin yang setiap kali ia tertiup, pun ikut bergoyang.
✨Ayat 10✨
Allah SWT berfirman, ( في قلوبهم مرض فزادهم الله مرضا ) "Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya"
Allah SWT berfirman, ( في قلوبهم مرض فزادهم الله مرضا ) "Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya"
Penyakit apakah yg di maksud?
As-suddi menceritakan dari ibnu mas'ud dari annas, ia mengatakan: '(penyakit) yaitu berupa keraguan lalu Allah tambah dengan keraguan lagi."
Sedangkan menurut Ikrimah penyakit tersebut berupa riya.
As-suddi menceritakan dari ibnu mas'ud dari annas, ia mengatakan: '(penyakit) yaitu berupa keraguan lalu Allah tambah dengan keraguan lagi."
Sedangkan menurut Ikrimah penyakit tersebut berupa riya.
Berkata abdurrahman bin zaid bin aslam : (didalam hati mereka ada penyakit) ini penyakit agama dan bukan penyakit yang terdapat pada jasad atau tubuh, penyakit ini menimpa orang munafiq dengan keraguan dihati mereka ketika masuk ke dalam islam.
Maka ketika mereka ragu dengan islam maka Allah tambah keraguan mereka.
Maka ketika mereka ragu dengan islam maka Allah tambah keraguan mereka.
(فأما الذين آمنوا فزادتهم إيمانا وهم يستبشرون وأما الذين في قلوبهم مرض فزادتهم رجسا إلى رجسهم ) [at-taubah : 124 ، 125 ]
"Adapun orang-orang yang beriman, maka surat ini menambah imannya, dan mereka merasa gembira ● Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka Allah tambah kekafiran mereka, disamping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan kafir"
"Adapun orang-orang yang beriman, maka surat ini menambah imannya, dan mereka merasa gembira ● Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka Allah tambah kekafiran mereka, disamping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan kafir"
(وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ)
"bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta"
"bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta"
Wallaahu'alaam bishshowwab
Sumber:
Tafsir al-qur'an al-'azhim (Ibn Katsir)
Tafsir fi zilal al qur'an (Said Qutb)
Diterjemahkan Oleh:
Muhammad Hamzah
Tafsir al-qur'an al-'azhim (Ibn Katsir)
Tafsir fi zilal al qur'an (Said Qutb)
Diterjemahkan Oleh:
Muhammad Hamzah
Edisi Keempat,
Jum'at, 2 januari 2015
Jum'at, 2 januari 2015
Tafsir Surat Al Baqarah ayat 11-14
Sifat Orang Munafik (2)➰
Abdullah bin Ubay bin Salul.
Sosok pemimpin yang dipandang mulia dimata kaumnya, tetapi tidak demikian dimata Muslimin. Kenapa?
Sosok pemimpin yang dipandang mulia dimata kaumnya, tetapi tidak demikian dimata Muslimin. Kenapa?
Siapa yang tidak kenal dengan sikapnya yang munafik.
Bangga terhadap diri sendiri dan merasa aman untuk melakukan apa yang mereka inginkan.
Firman Allah pada surat Al Baqarah ayat 11:
Bangga terhadap diri sendiri dan merasa aman untuk melakukan apa yang mereka inginkan.
Firman Allah pada surat Al Baqarah ayat 11:
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ قَالُوا إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُون {11}َ
(Dan bila dikatakan kepada mereka: "Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi". Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan"{11})
Tidak hanya berbuat dusta, akan tetapi membanggakan diri dengan tindakan fasik mereka.
(... Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan")
Menurut Ibnu Mas'ud:
Al fasad -kerusakan- di atas muka bumi ialah kekufuran dan melakukan maksiat. Maka barangsiapa bermaksiat kepada Allah maka dia telah melakukan kerusakan di muka bumi.
Al fasad -kerusakan- di atas muka bumi ialah kekufuran dan melakukan maksiat. Maka barangsiapa bermaksiat kepada Allah maka dia telah melakukan kerusakan di muka bumi.
قَالُوا إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُون
Menurut Baidhawi:
Kerusakan yang mereka lakukan digambarkan sebagai satu kebaikan. Ini disebabkan karena hati mereka sedang sakit. Sakit dari melihat kebenaran sehingga mereka tidak menyadarinya.
Kerusakan yang mereka lakukan digambarkan sebagai satu kebaikan. Ini disebabkan karena hati mereka sedang sakit. Sakit dari melihat kebenaran sehingga mereka tidak menyadarinya.
Orang-orang yang hatinya tidak ikhlas kerana Allah, tidak dapat merasakan adanya kerusakan pada amal perbuatan mereka.
Maka firman Allah dalam ayat 12:
أَلَا إِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُونَ وَلَٰكِنْ لَا يَشْعُرُونَ {12}
(Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar{12})
Di antara sifat mereka lagi adalah:
Sombong dan merasa lebih tinggi kedudukannya daripada manusia lain.
Ini jelas dinyatakan dalam ayat 13:
Sombong dan merasa lebih tinggi kedudukannya daripada manusia lain.
Ini jelas dinyatakan dalam ayat 13:
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ آمِنُوا كَمَا آمَنَ النَّاسُ قَالُوا أَنُؤْمِنُ كَمَا آمَنَ السُّفَهَاءُ ۗ أَلَا إِنَّهُمْ هُمُ السُّفَهَاءُ وَلَٰكِنْ لَا يَعْلَمُونَ {13}
(Apabila dikatakan kepada mereka: "Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman". Mereka menjawab: "Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman?" Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh; tetapi mereka tidak tahu. {13})
["Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman?"]
Kenapa mereka mengucapkan perkataan sedemikian?
Jelas disini menunjukkan sikap mereka yang sombong.
Mereka beranggapan, bahwa Rasulullah khusus untuk orang-orang miskin saja dan tidak layak untuk orang yang terhormat seperti mereka.
Kenapa mereka mengucapkan perkataan sedemikian?
Jelas disini menunjukkan sikap mereka yang sombong.
Mereka beranggapan, bahwa Rasulullah khusus untuk orang-orang miskin saja dan tidak layak untuk orang yang terhormat seperti mereka.
Allah membalas:
[Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh; tetapi mereka tidak tahu.]
[Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh; tetapi mereka tidak tahu.]
Memang, kapankah orang bodoh itu mengerti bahwa dirinya bodoh?
Kemudian, sifat terakhir orang munafik adalah:
Melakukan perbuatan tercela, dan persengkokolan. Hal ini dinyatakan pada ayat ke-14:
وَإِذَا لَقُوا الَّذِينَ آمَنُوا قَالُوا آمَنَّا وَإِذَا خَلَوْا إِلَىٰ شَيَاطِينِهِمْ قَالُوا إِنَّا مَعَكُمْ إِنَّمَا نَحْنُ مُسْتَهْزِئُون َ{14}
(Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: "Kami telah beriman". Dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka, mereka mengatakan: "Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok".{14})
Orang munafik ini suka bertindak secara sembunyi-sembunyi dan tidak berani berhadapan secara terang-terangan.
Mereka berpura-pura beriman dengan orang Mukmin, karena rasa takut mereka, dan apabila mereka bertemu dengan 'setan-setan' mereka, mereka mengatakan hal yang sebaliknya.
["Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok".]
Semoga Allah melindungi kita semua agar tidak termasuk ke dalam golongan mereka yang munafik.
Wallahu'alam bishshowwab
Sumber:
1. Tafsir fi zilal Quran : Said Quthb
2. Sofwatut tafasir : Muhammad Ali As-Sobuni
Penerjemah:
Ezzah Syahira
1. Tafsir fi zilal Quran : Said Quthb
2. Sofwatut tafasir : Muhammad Ali As-Sobuni
Penerjemah:
Ezzah Syahira
Komentar
Posting Komentar