RUQYAH MANDIRI SECARA ISLAMI
Jin Masuk Melalui Aliran Darah!
Pertanyaan yang sering terlontar adalah, bagaimana cara jin masuk ke dalam tubuh kita? Apakah sama seperti yang di film? Hal ini terus menjadi misteri bagi sebagian orang, hingga akhirnya Rasulullah memberikan jawaban yang cukup logis dan juga mampu menjawab serta memecahkan misteri ini. Beliau ﷺ bersabda,
إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِي مِنِ ابْنِ آدَمَ مَجْرَى الدَّمِ
“Sesungguhnya syaitan berjalan dalam tubuh manusia di tempat peredaran darah.” (HR. Al Bukhari: 7171 dan Muslim: 2175 dari hadits Shafiyyah Radhiyallahu ‘anha).
Ruqyah Syar'iyyah
Ruqyah berarti jampi-jampi atau bacaan tertentu yang dipakai untuk berobat. Pengertian ini sebagaimana dalam hadits Rasulullah ﷺ,
ﺇِﻥَّ ﺍﻟﺮُّﻗَﻰ ﻭَﺍﻟﺘَّﻤَﺎﺋِﻢَ ﻭَﺍﻟﺘِّﻮَﻟَﺔَ ﺷِﺮْﻙٌ
“Sesungguhnya jampi-jampi (ar ruqo), jimat, dan pelet adalah kesyirikan.” (HR. Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad)
Dari sahabat ‘Auf bin Malik r.a dia berkata : Kami dahulu meruqyah di masa Jahiliyyah, maka kami bertanya : “Ya RasuluLah, bagaimana menurut pendapatmu ?” Beliau menjawab : “Tunjukkan padaku Ruqyah (mantera) kalian itu". (Lalu setelah ditunjukkan, Rasulullah ﷺ mengatakan) "Tidak mengapa mantera itu selama tidak mengandung kesyirikan”. (HR. Muslim)
Ruqyah sacara syar’i adalah jampi-jampi atau mantera yang dibacakan oleh seseorang untuk mengobati penyakit atau menghilangkan gangguan jin atau sihir atau untuk perlindungan dan lain sebagainya dengan HANYA menggunakan ayat-ayat Al Quran dan atau doa-doa yang bersumber dari hadits-hadits dari Rasulullah ﷺ dan atau doa-doa yang bisa dipahami maknanya selama tidak mengandung kesyirikan. Pada asalnya ruqyah adalah dilarang (sebagaimana hadits riwayat Muslim di atas), namun sampai akhirnya Allah menurunkan syari'at ruqyah melalui lisan Rasulullah, yang bersabda,
Ruqyah sacara syar’i adalah jampi-jampi atau mantera yang dibacakan oleh seseorang untuk mengobati penyakit atau menghilangkan gangguan jin atau sihir atau untuk perlindungan dan lain sebagainya dengan HANYA menggunakan ayat-ayat Al Quran dan atau doa-doa yang bersumber dari hadits-hadits dari Rasulullah ﷺ dan atau doa-doa yang bisa dipahami maknanya selama tidak mengandung kesyirikan. Pada asalnya ruqyah adalah dilarang (sebagaimana hadits riwayat Muslim di atas), namun sampai akhirnya Allah menurunkan syari'at ruqyah melalui lisan Rasulullah, yang bersabda,
Dari hadits di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa Ruqyah terbagi menjadi 2, yaitu :
1. Ruqyah Syirkiyyah /Jahiliyyah, yaitu ruqyah/mantera yang keseluruhan atau sebagiannya mengandung lafadz kesyirikan/kejahiliyahan atau tidak sesuai dengan syari’at Islam, ruqyah jenis inilah yang haram dan dilarang oleh Rasulullah.
2. Ruqyah Syar'iyyah, yaitu ruqyah/mantera yang diperbolehkan dan sesuai dengan kaidah syari’at Islam.
1. Ruqyah Syirkiyyah /Jahiliyyah, yaitu ruqyah/mantera yang keseluruhan atau sebagiannya mengandung lafadz kesyirikan/kejahiliyahan atau tidak sesuai dengan syari’at Islam, ruqyah jenis inilah yang haram dan dilarang oleh Rasulullah.
2. Ruqyah Syar'iyyah, yaitu ruqyah/mantera yang diperbolehkan dan sesuai dengan kaidah syari’at Islam.
Imam Ibnul Qayyim mengatakan : Diantara obat yang paling mujarab untuk melawan sihir akibat pengaruh jahat setan adalah dengan pengobatan syar'i yaitu dengan zikir, do’a dan bacaan-bacaan yang bersumber dari Al-Qur’an dan hadits shohih. Jiwa seseorang apabila dipenuhi dengan zikir, wirid dan mensucikan nama Allah niscaya akan terhalangi dari pengaruh sihir. Orang yang terkena sihir bisa sembuh dengan membaca ruqyah sendiri atau dari orang lain dengan ditiupkan pada dada atau tubuh yang sakit sambil membaca zikir dan do'a.
Para ulama telah sepakat membolehkan ruqyah dengan tiga syarat, yaitu:
1. Ruqyah itu dengan menggunakan firman Allah ﷻ (Al Quran), atau asma`dan sifatNya,
atau sabda Rasulullah ﷺ (hadits shohih).
1. Ruqyah itu dengan menggunakan firman Allah ﷻ (Al Quran), atau asma`dan sifatNya,
atau sabda Rasulullah ﷺ (hadits shohih).
2. Ruqyah itu harus terbebas dari kesyirikan serta baiknya diucapkan dengan bahasa
Arab, diucapkan dengan jelas dan dapat difahami maknanya.
Arab, diucapkan dengan jelas dan dapat difahami maknanya.
3. Harus diyakini, bahwa yang memberikan
pengaruh bukanlah dzat (bacaan) ruqyah itu sendiri atau yang meruqyah, tetapi yang memberi pengaruh ialah kekuasaan Allah. Adapun ruqyah hanya merupakan salah satu sebab saja.
pengaruh bukanlah dzat (bacaan) ruqyah itu sendiri atau yang meruqyah, tetapi yang memberi pengaruh ialah kekuasaan Allah. Adapun ruqyah hanya merupakan salah satu sebab saja.
Ciri Orang Yang Terindikasi Diganggu Jin
Allah ﷻ berfirman,
وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ
"dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul" (QS. Al-Falaq : 4)
Ayat yang mulia ini menjelaskan kepada kita tentang salah satu bentuk gangguan jin yaitu adanya sihir. Terkadang sihir itu hanya ditiupkan ke buhul (semacam ikatan-ikatan tali yang menyerupai boneka), foto, boneka. Dan terkadang juga sihir itu dibacakan/dihembuskan ke dalam makanan, minuman, dll. Lalu bagaimana indikasi orang yang terkena gangguan jin (melalui) sihir ini?
Akhowati fillah... Arsyadany wa ArsyadakunnAllah...
Akhowati fillah... Arsyadany wa ArsyadakunnAllah...
Secara garis besar, ada 4 tanda bahwa seseorang itu terkena gangguan sihir, di antaranya :
1. Terhalangnya kehidupan.
Hal yang sering menimpa orang yang diganggu oleh jin adalah seringnya ia mengalami kegagalan atau terhalangi dari aktivitas kehidupannya. Kegagalan ini terjadi dengan sangat tidak wajar, misalnya, baru mulai merintis usaha, tapi sudah rugi dan tidak jalan sama sekali, dicoba usaha lain, masih saja seperti itu, terus dan terus terjadi seperti itu tanpa sebab yang jelas. Tempat dan kualitas barang dagangan sudah bagus, harga juga boleh dibilang murah, tapi lagi lagi masih saja menemukan kegagalan dan kegagalan. Atau sudah bertahun-tahun melamar kerja, bertani dengan maksimal, dan lagi lagi masih saja mentok dan mengalami kebuntuan yang tidak berujung. Inilah salah satu gejala bahwa kemungkinan kita terkena sihir gangguan jin.
Hal yang sering menimpa orang yang diganggu oleh jin adalah seringnya ia mengalami kegagalan atau terhalangi dari aktivitas kehidupannya. Kegagalan ini terjadi dengan sangat tidak wajar, misalnya, baru mulai merintis usaha, tapi sudah rugi dan tidak jalan sama sekali, dicoba usaha lain, masih saja seperti itu, terus dan terus terjadi seperti itu tanpa sebab yang jelas. Tempat dan kualitas barang dagangan sudah bagus, harga juga boleh dibilang murah, tapi lagi lagi masih saja menemukan kegagalan dan kegagalan. Atau sudah bertahun-tahun melamar kerja, bertani dengan maksimal, dan lagi lagi masih saja mentok dan mengalami kebuntuan yang tidak berujung. Inilah salah satu gejala bahwa kemungkinan kita terkena sihir gangguan jin.
2. Kesehatan yang tidak wajar.
Seperti misalnya gejala tipes, tubuh seperti terbakar atau terpanggang api, namun
ketika di cek temperatur tubuh normal, impotensi, mandul, haid tidak teratur, keguguran, kista/mium, asam urat, kolesterol, struk Ringan (tidak bisa berdiri saat mau shalat atau tidak bisa melakukan gerakan tertentu dalam shalat), borok/eksim menahun, dan berbagai penyakit lainnya yang terjadi secara tiba-tiba, tanpa sebab yang jelas. Apalagi jika sebelum2nya kita dan keluarga kita belum pernah memiliki riwayat penyakit-penyakit tersebut. Lain halnya jika salah satu keluarga kita memang positif mengidap penyakitnya tersebut, maka bisa jadi kita juga bakal terkena penyakit yang sama atas taqdir Allah.
Seperti misalnya gejala tipes, tubuh seperti terbakar atau terpanggang api, namun
ketika di cek temperatur tubuh normal, impotensi, mandul, haid tidak teratur, keguguran, kista/mium, asam urat, kolesterol, struk Ringan (tidak bisa berdiri saat mau shalat atau tidak bisa melakukan gerakan tertentu dalam shalat), borok/eksim menahun, dan berbagai penyakit lainnya yang terjadi secara tiba-tiba, tanpa sebab yang jelas. Apalagi jika sebelum2nya kita dan keluarga kita belum pernah memiliki riwayat penyakit-penyakit tersebut. Lain halnya jika salah satu keluarga kita memang positif mengidap penyakitnya tersebut, maka bisa jadi kita juga bakal terkena penyakit yang sama atas taqdir Allah.
3. Kondisi mental yang tidak wajar.
Seperti misalnya emosi terlalu tinggi dan tidak terkendali, sering RAGU, WAS WAS & KETAKUTAN tanpa sebab yang jelas, adanya dorongan kuat untuk melakukan perbuatan maksiat yang berulang-ulang disertai kemalasan dan kelesuan luarbiasa untuk melakukan shalat dan ibadah lain, sulit KHUSYUK dalam mengerjakan sholat, dan LUPA rakaat shalat, sesak nafas dan ngantuk berat saat membaca Al Quran (tidak bisa baca
lebih dari 30 Ayat atau tenggorokan yang terhenti sama sekali, bahkan tertidur saat baru buka mushaf), MELEMAHNYA HATI, MINDER, suka menghayal/melamun, menyendiri dan
mengurung diri di kamar secara berlebihan atau mengasingkan diri dari sosial, memandang remeh kegiatan ibadah dan lupa atau malas dzikrullah, DEPRESI dan pikiran linglung, merasa sedih, jantung berdebar-debar keras, sering mendengar bisikan memanggil namanya sendiri, merasa ada yang mengajak bicara, mendengar bisikan menyuruh sesuatu kejahatan semisal; membunuh, memperkosa, memukul, meloncat dari tempat yang tinggi, terjun ke sungai atau jurang, menabrakan diri dll. PARANOID dan cemas, merasa bersalah terus, merasa ada yang mengikuti, mengejar dan mengancam akan membunuh, sering mencium bau-bauan wangi kembang atau dupa, bau anyir atau busuk (bangkai) yang tidak terlihat sumber baunya.
Seperti misalnya emosi terlalu tinggi dan tidak terkendali, sering RAGU, WAS WAS & KETAKUTAN tanpa sebab yang jelas, adanya dorongan kuat untuk melakukan perbuatan maksiat yang berulang-ulang disertai kemalasan dan kelesuan luarbiasa untuk melakukan shalat dan ibadah lain, sulit KHUSYUK dalam mengerjakan sholat, dan LUPA rakaat shalat, sesak nafas dan ngantuk berat saat membaca Al Quran (tidak bisa baca
lebih dari 30 Ayat atau tenggorokan yang terhenti sama sekali, bahkan tertidur saat baru buka mushaf), MELEMAHNYA HATI, MINDER, suka menghayal/melamun, menyendiri dan
mengurung diri di kamar secara berlebihan atau mengasingkan diri dari sosial, memandang remeh kegiatan ibadah dan lupa atau malas dzikrullah, DEPRESI dan pikiran linglung, merasa sedih, jantung berdebar-debar keras, sering mendengar bisikan memanggil namanya sendiri, merasa ada yang mengajak bicara, mendengar bisikan menyuruh sesuatu kejahatan semisal; membunuh, memperkosa, memukul, meloncat dari tempat yang tinggi, terjun ke sungai atau jurang, menabrakan diri dll. PARANOID dan cemas, merasa bersalah terus, merasa ada yang mengikuti, mengejar dan mengancam akan membunuh, sering mencium bau-bauan wangi kembang atau dupa, bau anyir atau busuk (bangkai) yang tidak terlihat sumber baunya.
4. Mimpi buruk.
Indikasi terakhir yang sering menimpa orang yang terkena gangguan jin adalah seringnya mengalami mimpi yang buruk, seperti mimpi melihat berbagai binatang menyeramkan semisal ular, anjing, tikus besar, serigala, harimau, mimpi seolah-olah jatuh dari tempat yang tinggi dan semua yang berkaitan dengan tempat tinggi; seperti mendaki tempat yang tinggi, semua mimpi tentang kuburan; melihat kuburan, melihat proses penguburan, menguburkan, dikuburkan, atau duduk-duduk di kuburan, tempat sampah atau jalan dan lingkungan yang seram dan mengerikan, mimpi melihat orang yang aneh seperti tinggi sekali, pendek sekali, putih sekali atau hitam sekali, mimpi bertemu dengan orang yang sama (laki/perempuan) berkali-kali dan ingin bertemu dengan orang yang dimimpikan tersebut (mahabbah/pelet), mimpi melihat atau bertemu keluarga yang sudah meninggal, melihat mayat, mimpi mati, mimpi berbicara dengan orang yang mati dan semua mimpi yang berhubungan dg kematian, mimpi melihat suatu peristiwa dan keesokan harinya mengalami peristiwa persis seperti yang dialami dalam mimpi tersebut. Selain itu juga sering ngigau, tertawa, menangis, berteriak, mengomel, merintih atau bahkan jalan-jalan pada saat tidur (padahal kondisi mata tertutup).
Indikasi terakhir yang sering menimpa orang yang terkena gangguan jin adalah seringnya mengalami mimpi yang buruk, seperti mimpi melihat berbagai binatang menyeramkan semisal ular, anjing, tikus besar, serigala, harimau, mimpi seolah-olah jatuh dari tempat yang tinggi dan semua yang berkaitan dengan tempat tinggi; seperti mendaki tempat yang tinggi, semua mimpi tentang kuburan; melihat kuburan, melihat proses penguburan, menguburkan, dikuburkan, atau duduk-duduk di kuburan, tempat sampah atau jalan dan lingkungan yang seram dan mengerikan, mimpi melihat orang yang aneh seperti tinggi sekali, pendek sekali, putih sekali atau hitam sekali, mimpi bertemu dengan orang yang sama (laki/perempuan) berkali-kali dan ingin bertemu dengan orang yang dimimpikan tersebut (mahabbah/pelet), mimpi melihat atau bertemu keluarga yang sudah meninggal, melihat mayat, mimpi mati, mimpi berbicara dengan orang yang mati dan semua mimpi yang berhubungan dg kematian, mimpi melihat suatu peristiwa dan keesokan harinya mengalami peristiwa persis seperti yang dialami dalam mimpi tersebut. Selain itu juga sering ngigau, tertawa, menangis, berteriak, mengomel, merintih atau bahkan jalan-jalan pada saat tidur (padahal kondisi mata tertutup).
Salah seorang praktisi Ruqyah dari Perancis yang bernama Syaikh Abdur Rouf, beliau merinci beberapa indikasi berdasarkan dimana letak sihir tersebut ditiupkan (dikirimkan) kepada korbannya (hal ini berdasarkan pengamatan dan juga penelitian beliau yang sudah cukup lama berkecimpung di dalam Ruqyah ini), beliau mengatakan,
1. Jika sihir diletakkan di kuburan, maka efeknya bahwa korban akan cepat lelah walau sudah tidur berjam-jam (seperti mayat), tidak bahagia, hilang gairah hidup, selalu berfikir untuk mati dan selalu bermimpi tentang orang mati.
2. Jika sihir diletakkan di tempat tinggi, seperti pohon atau gunung, maka akan membuat mental korban mengawang melebihi kenyataan, akan berimajinasi, kebingungan, ketakutan, cemas pada orang-orang atau apapun yang tidak nyata. Susah konsentrasi dan selalu mimpi tentang tempat-tempat yang tinggi
3. Jika sihir diletakkan di air yang mengalir, seperti laut atau sungai, maka korban akan merasakan hidupnya hanyut seperti air, seperti jika anda membangun sesuatu di atas air, maka air itu akan menghanyutkannya. Uang akan larut seperti air, bisa digenggam, namun segera larut sesaat setelahnya (seperti menggenggam air) dan selalu bermimpi tentang air, tenggelam, jatuh ke air, dll.
1. Jika sihir diletakkan di kuburan, maka efeknya bahwa korban akan cepat lelah walau sudah tidur berjam-jam (seperti mayat), tidak bahagia, hilang gairah hidup, selalu berfikir untuk mati dan selalu bermimpi tentang orang mati.
2. Jika sihir diletakkan di tempat tinggi, seperti pohon atau gunung, maka akan membuat mental korban mengawang melebihi kenyataan, akan berimajinasi, kebingungan, ketakutan, cemas pada orang-orang atau apapun yang tidak nyata. Susah konsentrasi dan selalu mimpi tentang tempat-tempat yang tinggi
3. Jika sihir diletakkan di air yang mengalir, seperti laut atau sungai, maka korban akan merasakan hidupnya hanyut seperti air, seperti jika anda membangun sesuatu di atas air, maka air itu akan menghanyutkannya. Uang akan larut seperti air, bisa digenggam, namun segera larut sesaat setelahnya (seperti menggenggam air) dan selalu bermimpi tentang air, tenggelam, jatuh ke air, dll.
Bagaimana Cara Self Healing (Ruqyah Mandiri)
Terdapat sebuah perbedaan pendapat di kalangan ahli ilmu mengenai hukum meminta ruqyah, awal lahirnya perbedaan ini yaitu sebuah hadits yang mengatakan bahwa salah satu ciri dari 70.000 ummat Rasulullah yang masuk Jannah tanpa hisab adalah mereka TIDAK MINTA DIRUQYAH. Walau pun pada akhirnya banyak ulama' yang membolehkan (ada pula yang memakruhkan) minta diruqyah, karena hal ini juga merupakan salah satu ikhtiar, dengan catatan si peruqyah harus bisa memahamkan kepada orang yang meminta diruqyah bahwa sesungguhnya bukan ruqyah lah yang menyembuhkannya, akan tetapi Allah lah yang memberikan kesembuhan tersebut.
Terlepas dari perbedaan tersebut, hingga saat ini TIDAK ADA PERBEDAAN PENDAPAT mengenai selft healing (ruqyah mandiri), karena memang sebaik-baik ruqyah adalah meruqyah diri sendiri.
Berikut kami nukilkan beberapa tekhnik yang dapat dilakukan untuk melaksanakan prosesi self healing dengan Ruqyah Syar'iyyah.
Ruqyah mandiri (self healing) atau biasa disebut pembentengan diri adalah salah satu ikhtiar yang dapat kita lakukan untuk melepaskan diri dari gangguan jin yang menimpa kita. Pada prinsipnya, ruqyah mandiri adalah dengan berdoa kepada Allah dengan doa2 yang masyru' (diajarkan di dalam Al Quran dan Hadits) untuk meminta penjagaan serta perlindungan dari segala macam gangguan jin dan antek-anteknya.
Dengan demikian, hal pertama yang harus kita lakukan adalah MENINGGALKAN SEGALA BENTUK KESYIRIKAN DAN MAKSIAT KEPADA ALLAH. Semua perlindungan ini tidak akan berhasil jika kita melakukan maksiat, bagaimana mungkin kita minta perlindungan kepada Allah namun di sisi yang lain kita malah membangkang-Nya.
Dengan demikian, hal pertama yang harus kita lakukan adalah MENINGGALKAN SEGALA BENTUK KESYIRIKAN DAN MAKSIAT KEPADA ALLAH. Semua perlindungan ini tidak akan berhasil jika kita melakukan maksiat, bagaimana mungkin kita minta perlindungan kepada Allah namun di sisi yang lain kita malah membangkang-Nya.
Satu contoh, jika kita keluar rumah membaca doa "bismillahi tawakkaltu 'alaLlahi wa laa hawla wa laa quwwata illa billahil 'aliyyil azhim" maka setan akan menjauhi kita dan para malaikat akan melindungi kita dari segala tipu daya setan. Namun jika setelah membaca doa tersebut kita malah mendatangi wanita yang bukan mahromnya (untuk bermaksiat), maka para malaikat akan menjauhi kita dan setan akan mendekati kita kembali. Begitu pun para wanita, jika rutin melakukan dzikir untuk membentengi diri dari serangan jin ini, namun dia masih tidak memakai pakaian yang syar'ie (menutup aurat) ketika keluar rumah, maka sia-sialah benteng tersebut. Jadi benteng yang paling penting dan sangat penting adalah meninggalkan dosa terlebih dahulu.
Jika kita telah mampu meninggalkan (atau menghancurkan) segala bentuk kesyirikan dan kemaksiatan yang ada pada diri kita, maka mari kita lanjutkan dengan prosesi Ruqyah Mandiri berikut.
Jika kita telah mampu meninggalkan (atau menghancurkan) segala bentuk kesyirikan dan kemaksiatan yang ada pada diri kita, maka mari kita lanjutkan dengan prosesi Ruqyah Mandiri berikut.
1. Untuk pembentengan, bacalah surah Al Ikhlas, Al Falaq dan An Naas 3x sesudah sholat subuh, sholat maghrib dan sebelum tidur. Ayat kursi setelah selesai sholat fardhu dan sebelum tidur serta memperbanyak dzikir dan doa saat pagi dan petang hari (sebagai referensi silahkan baca buku saku berjudul "Hisnul Muslim / Dzikir dan Doa Pagi Petang" karya Syeikh Al Qahthani).
2. Ambil air satu galon atau 20 liter, lalu bacakan di atasnya surah Al Fatihah, Ayat Kursi, Surah Al Ikhlas, Surah Al Falaq, Surah An Naas dan 3 ayat penghancur sihir, yaitu Surah Al A'raf ayat 117-122, Surah Yunus ayat 81-82 dan Surah Thaha ayat 68-70, semua ayat ini dibacakan masing-masing 11 kali atau lebih semampu yang kita bisa. Mandikan air ini setiap harinya 1,5 liter, tampung air bekas mandinya untuk disebar di halaman rumah atau di pekarangan toko dan tempat usaha kita.
3. Selain digunakan untuk mandi, air ruqyah.ini boleh juga disemprotkan ke seisi rumah, toko, warung, kamar kosong, gudang, loteng dan tempat-tempat yang terindikasi menjadi tempat sihir bekerja.
5. Bekam
6. Fenomena sleep paralysis atau dikenal dengan istilah ketindihan. Bagi sebaian orang hal ini katanya adalah suatu fenomena logis yang tidak ada kaitannya dengan hal-hal mistis seperti gangguan jin dan yang semisalnya. Terlepas dari logis atau tidaknya hal tersebut, jika kita sering mengalaminya (tindihan) dan selalu berulang-ulang di hampir setiap tidur kita, maka cobalah terapi berikut.
Biasakan juga untuk senantiasa mengkhatamkan Al Quran di dalam rumah kita, terutama surah Al Baqarah, karena setan dan antek2nya akan lari meninggalkan rumah yang di dalamnya senantiasa dibacakan Al Quran.
Jika saat tidur kita merasakan lumpuh atau tidak bisa menggerakkan tubuh kita (padahal kita sudah membuka mata kita dan dalam keadaan setengah sadar) maka cobalah terus membaca ayat kursi atau kalimat2 dzikir yang mampu kita ingat sembari berusaha untuk menggenggamkan kedua tangan kita, jika kita telah mampu mengepalkan atau menggenggamkan tangan kita, maka bertakbirlah sebanyak yang kita mampu, lalu bangun dan berwudhu lah serta rubah posisi tidur kita.
Demikian beberapa cara yang bisa kami nukilkan untuk membantu memudahkan dalam melakukan prosesi Ruqyah Mandiri / Self Healing. Mudah-mudahan Allah memberi jalan keluar yang terbaik atas setiap permasalahan kita serta senantiasa menjaga dan melindungi kita dari berbagai macam makar dan tipu daya setan dan para pembantu serta sekutu-sekutunya...
اللهم صلى على نبينا محمد و على آله و اصحابه و سلم...
وَ اللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَّاب
اخير الدعو انا، عن الحمد لله رب العلمين
Team Asaatidz AHQ
Komentar
Posting Komentar