Kenikmatan yang Banyak "Al Kautsar"
Surat ini adalah salah satu surat yang bisa jadi renungan bersama untuk
kita yang berisi penjelasan akan nikmat yang banyak yang telah Allah swt
anugerahkan pada Rasul –shallallahu ‘alaihi wa sallam-, berisi pula
perintah untuk shalat dan berqurban hanya untuk Allah dan akibat dari orang
yang membenci Rasul –shallallahu ‘alaihi wa sallam-.
Diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Ahmad dalam sebuah hadits dari Anas bin
Malik radhiyallahu 'anhu, beliau menceritakan: suatu saat Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam di sisi kami dan saat itu beliau dalam
keadaan tidur ringan (tidak nyenyak). Lantas beliau mengangkat kepala dan
tersenyum. Kami pun bertanya, “Mengapa engkau tertawa, wahai Rasulullah?”
“Baru saja turun kepadaku suatu surat.” Lalu beliau membaca,
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الأَبْتَرُ
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka
dirikanlah shalat karena Rabbmu; dan berqurbanlah. Sesungguhnya orang-orang
yang membenci kamu dialah yang terputus” (QS. Al Kautsar: 1-3).
Kemudian beliau berkata, “Tahukah kalian apa itu Al Kautsar?” “Allah dan
Rasul-Nya yang lebih mengetahui”, jawab kami. Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda,
فَإِنَّهُ نَهْرٌ وَعَدَنِيهِ رَبِّى عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْهِ خَيْرٌ كَثِيرٌ
هُوَ حَوْضٌ تَرِدُ عَلَيْهِ أُمَّتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ آنِيَتُهُ عَدَدُ
النُّجُومِ فَيُخْتَلَجُ الْعَبْدُ مِنْهُمْ فَأَقُولُ رَبِّ إِنَّهُ مِنْ
أُمَّتِى. فَيَقُولُ مَا تَدْرِى مَا أَحْدَثَتْ بَعْدَكَ
“Al Kautsar adalah sungai yang dijanjikan oleh Rabbku ‘azza wa jalla.
Sungai tersebut memiliki kebaikan yang banyak. Ia adalah telaga yang nanti
akan didatangi oleh umatku pada hari kiamat nanti. Bejana (gelas) di telaga
tersebut sejumlah bintang di langit. Namun ada dari sebagaian hamba yang
tidak bisa minum dari telaga tersebut. Allah berfirman: Tidakkah engkau
tahu bahwa mereka telah berbuat bid’ah sesudahmu.” (HR. Muslim no. 400).
Makna surat Al Kautsar
إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ
1. “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak”
Ibnul Jauzi merinci ada enam pendapat mengenai makna Al Kautsar :
Al-Kautsar adalah sungai didalam surga yang terbuat dari emas, tempat
mengalirnya dari batu permata dan ya'qut, sedang tanahnya lebih harum dari
minyak kesturi, airnya lebih manis dari madu, dan lebih putih dari pada
salju. HR Ahmad 9/257 no: 5355. at-Tirmidzi no: 3361.
Al Kautsar adalah kebaikan yang banyak yang diberikan pada Nabi kita
Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Demikian pendapat Ibnu ‘Abbas.
Al Kautsar adalah ilmu dan Al Qur’an. Demikian pendapat Al Hasan Al Bashri.
Al Kautsar adalah nubuwwah (kenabian), sebagaimana pendapat ‘Ikrimah.
Al Kautsar adalah telaga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang
banyak manusia mendatanginya. Demikian kata ‘Atho’.
Al Kautsar adalah begitu banyak pengikut dan umat. Demikian kata Abu Bakr
bin ‘Iyasy. (Lihat Zaadul Masiir, 9: 247-249)
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
2. "Dirikanlah shalat karena Rabbmu; dan berqurbanlah.” (Tafsir Juz ‘Amma,
Musthofa Al ‘Adawi, hal. 293)
Maksudnya adalah sebagaimana telah diberikan padamu kenikmatan yang sangat
banyak didunia dan akhirat, jadikanlah shalatmu hanya karena Allah dan
jangan ada niatan untuk yang selain-Nya. Begitu pula jadikanlah hasil
sembelihan unta ikhlas karena Allah. Jangan seperti yang dilakukan oleh
orang-orang musyrik di mana mereka melakukan sujud kepada selain Allah dan
melakukan penyembelihan atas nama selain Allah.
إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ
3. “Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus”
Yang dimaksudkan ayat ini adalah orang-orang yang membenci dan memusuhi
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam akhirnya yang terputus dan tidak ada
lagi penyebutan (pujian) untuknya setelah matinya.
Ibnul Jauzi mengatakan bahwa yang dimaksud ‘abtar’ adalah terputus dari
kebaikan (Zaadul Masiir, 9: 251).
Surat ini kata Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin berisi penjelasan
mengenai nikmat yang diberikan oleh Allah kepada Rasul-Nya shallallahu
‘alaihi wa sallam, yaitu beliau dikaruniakan kebaikan yang banyak. Kemudian
di dalamnya berisi perintah untuk mengerjakan shalat dan berqurban juga
ibadah lainnya atas dasar ikhlas karena Allah. Kemudian terakhir dijelaskan
bahwa siapa yang membenci Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam dan membenci
satu saja dari ajaran beliau, merekalah yang nantinya terputus yaitu tidak
mendapatkan kebaikan dan barokah (Tafsir Juz ‘Amma, 281).
Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad
hingga Yaumat Tanaad (hari kiamat saat manusia diseru di padang Mahsyar).
Sumber :
✏Muhammad Abduh Tuasikal, MSc
Komentar
Posting Komentar