TAFSIR AL BAQARAH AYAT 34 - 35
RUBRIK TAFSIR
ODOJER
TAFSIR QS. AL BAQARAH AYAT 34
Bismillah
Abu Ja'far meriwayatkan dari Ar-Rabi', dari Abul Aliyah sehubungan dengan makna Firman Allah Swt:
وكان من الكافرين. ( البقرة : 34 )
“Ia termasuk golongan orang-orang kafir” (Al Baqarah : 34)
Yang dimaksud dengan orang kafir ialah orang yang durhaka. Sehubungan dengan makna ayat ini As-Saddi mengatakan, yang dimaksud dengan orang-orang kafir ialah mereka yang belum diciptakan oleh Allah SWT saat itu, tetapi jauh sesudahnya.
Muhammad ibnu ka'b Al-Qurazi mengatakan bahwa iblis sejak diciptakan oleh Allah SWT ditakdirkan untuk berbuat kekufuran dan kesesatan, tetapi mereka beramal seperti amalnya para malaikat, kemudian Allah SWT menjadikan sesuai dengan apa yang telah diciptakanNya sejak semula, yaitu kafir, sebagaimana dinyatakan oleh firmanNya: Ia termasuk golongan orang-orang kafir. ( Al Baqoroh: 34 )
واذقلبا للملآئكة اسجدوا لآدم. ( البقرة : 34 )
Dan (ingatlah) ketika kami berfirman kepada para malaikat, "sujudlah kalian kepada Adam!" (Al-Baqarah: 34)
ﻭَﺭَﻓَﻊَ ﺃَﺑَﻮَﻳْﻪِ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﻌَﺮْﺵِ ﻭَﺧَﺮُّﻭﺍ ﻟَﻪُ ﺳُﺠَّﺪًﺍ ۖﻭَﻗَﺎﻝَ ﻳَﺎ ﺃَﺑَﺖِ ﻫَٰﺬَﺍ
ﺗَﺄْﻭِﻳﻞُ ﺭُﺅْﻳَﺎﻱَ ﻣِﻦْ ﻗَﺒْﻞُ ﻗَﺪْ ﺟَﻌَﻠَﻬَﺎ ﺭَﺑِّﻲ ﺣَﻘًّﺎ ۖﻭَﻗَﺪْ ﺃَﺣْﺴَﻦَ ﺑِﻲ ﺇِﺫْ ﺃَﺧْﺮَﺟَﻨِﻲ
ﻣِﻦَ ﺍﻟﺴِّﺠْﻦِ ﻭَﺟَﺎﺀَ ﺑِﻜُﻢْ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺒَﺪْﻭِ ﻣِﻦْ ﺑَﻌْﺪِ ﺃَﻥْ ﻧَﺰَﻍَ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥُ ﺑَﻴْﻨِﻲ ﻭَﺑَﻴْﻦَ
ﺇِﺧْﻮَﺗِﻲ ۚﺇِﻥَّ ﺭَﺑِّﻲ ﻟَﻄِﻴﻒٌ ﻟِﻤَﺎ ﻳَﺸَﺎﺀُ ۚﺇِﻧَّﻪُ ﻫُﻮَ ﺍﻟْﻌَﻠِﻴﻢُ ﺍﻟْﺤَﻜِﻴﻢ
Dan ia menaikan kedua ibu bapaknya ke atas singgasana. Dan mereka (semuanya) merebahkan diri seraya sujud kepada Yusuf. Dan Yusuf berkata, "Wahai ayahku, inilah takdir mimpiku yang dahulu itu, sesungguhnya Tuhanku telah menjadikan suatu kenyataan." (Yusuf: 100)
قدمت الشام فرأيتهم يسجدون لاساقفتهم وعلمائهم، فانت يارسول الله احق ان يسجدلك، فقال ﻻ لوكنت آمرا بشرا ان يسجد لبشر لامرت المرأة ان تسجد لزوجها من عظم حقه عليها.
Ketika aku tiba di negeri Syam, kulihat mereka sujud kepada uskup-uskup dan ulamanya, maka engkau, wahai Rasulullah SAW adalah orang yang lebih berhak untuk di sujudi. Lalu Rasul SAW bersabda: "Tidak, seandainya aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain, niscaya aku perintahkan kepada wanita agar sujud kepada suaminya, karena besarnya hak suami atas dirinya. "
Sebagian ulama mengatakan bahwa sujud tersebut hanya di tujukan kepada Allah SWT. Sedangkan Adam sebagai Kiblat (arah)nya, seperti pengertian yang terkandung di dalam firmanNya:
"Dirikanlah sholat dari sesudah matahari tergelincir". (Al-Isra: 78)
Pendapat ini dinilai kuat oleh Ar-Razi didalam kitab tafsirnya, sedangkan dua pendapat lainnya dinilainya lemah, yaitu pendapat yang mengatakan bahwa adam sebagai Kiblatnya, mengingat hal ini tidak menggambarkan sebagai suatu kehormatan. Pendapat yang kedua ialah yang menyatakan bahwa sujud tersebut berupa tunduk, bukan membungkukkan badan dan meletakkan dahi di tanah, tetapi pendapat inipun dinilai lemah oleh Ar-Razi.
Maka sujudlah mereka kecuali iblis, ia enggan dan takabur, dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir. (Al-Baqarah: 34)
ﻻيدخل الجنة من كان فى قلبه مثقال حبة من خردل من كبر.
Tidak dapat masuk surga seseorang yang didalam hatinya terdapat sifat takabur sekalipun seberat biji sawi.
Maka jadilah anak itu termasuk orang orang yang ditenggelamkan. (Hud: 43)
Artinya :
Dan Kami berfirman: “Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu Surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim".
( QS Al-Baqarah : 35 )
Aku bertanya, "Wahai Rasulullah SAW, bagaimanakah menurutmu Adam, apakah dia seorang nabi?". Rasul SAW menjawab: "Ya dia seorang nabi lagi Rasul, Allah berbicara dengannya secara terang-terangan, dan Allah berfirman, "diamilah oleh kamu dan istrimu surga ini".
Kelompok Mu’tazilah dan Qadariyah berpendapat bahwa Surga yang ditempati nabi Adam pada waktu penciptaannya adalah Surga di bumi, tempatnya di daerah Adan, Yaman. Mereka berdalil bahwa Suga yang dilangit, jika seseoang sudah masuk didalamnya, niscaya dia tidak akan keluar lagi. Begitu juga di dalamnya tidak ada kebohongan dan tidak ada pula kemaksiatan, sedang Iblis di di alam Surga tersebut telah berbuat maksiat dan berbohong kepada Adam ( Tafsir Qurtubi : 1/ 207 ).
" Dialah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan dari padanya Dia menciptakan istrinya, agar dia merasa senang kepadanya". ( Q.S Al-A’raf : 189 )
Di dalam hadist Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah Saw bersabda : “Sesungguhnya perempuan itu diciptakan dari tulang rusuk". Di dalam riwayat lain disebutkan : "Sesungguhnya bagian yang bengkok dari tulang rusuk terdapat disebelah atas, maka jika kalian bersenang-senang dengannya akan kalian dapatkan sesuatu yang masih bengkok, dan jika ingin meluruskannya hanyalah bisa dengan mematahkannya, yaitu dengan mencerainya".
Akan tetapi jika kita perhatikan ayat secara seksama seakan-akan menunjukkan bahwa Siti Hawa diciptakan sebelum Adam masuk Surga. Inilah yang dinyatakan oleh sebagian ulama dan dipilih oleh Ibnu Katsir didalam tafsirnya.
Allah menyebutkan Surga pada ayat di atas dengan menggunakan « alif lam « yang berarti bahwa Surga yang ditempati Adam pada waktu itu adalah Surga yang sudah diketahui orang banyak, yaitu Surgamasukan yang berada di langit.
Surga ini, secara umum, jika seseorang masuk kedalamnya setelah hari kiamat, niscaya dia tidak akan keluar lagi darinya. Akan tetapi , jika ia masuk sebelum hari kiamat, kemungkinan ia bisa keluar lagi, seperti yang terjadi pada diri nabi Adam, dan juga terjadi pada diri nabi Muhammad SAW pada peristiwa Isra’ dan Mi’raj.
Di sana ada beberapa makhluk yang dikehendaki Allah bisa masuk Surga dan keluar lagi, seperti para malaikat .
Diterjemahkan oleh:
Alfan Muttaqien (Tim Syari'ah Divisi Tsaqafah Islamiyah-PSDM ODOJ)
Qatadah mengatakan sehubungan dengan makna firmanNya:
Karena taat kepada Allah SWT, maka malaikat bersujud kepada Adam. Allah SWT memuliakan Adam dengan memerintahkan para MalaikatNya bersujud kepadanya.
Sebagian Ulama mengatakan bahwa sujud ini merupakan penghormatan dan salam serta pemuliaan, seperti pengertian yang terdapat di dalam firman Allah SWT :
Di masa lalu hal ini memang diperbolehkan dikalangan umat umat terdahulu, tetapi dalam agama kita hal ini telah di MANSUKH.
Mu'az mengatakan hadis berikut:
Pendapat ini dinilai RAJIH oleh Ar-Razi.
Akan tetapi pengertian kias ini masih perlu dipertimbangkan, dan yang paling kuat adalah pendapat pertama tadi, yaitu yang mengatakan bahwa sujud kepada Adam sebagai penghormatan dan salam serta kemuliaannya. Hal ini termasuk taat kepada Allah SWT. Karena Allah Swt memerintahkannya.
Qatadah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
Musuh Allah alias iblis dengki terhadap Adam AS karena kehormatan yang telah diberikan oleh Allah SWT, kepada Adam dan ia berkata, "Aku berasal dari api, sedangkan dia dari tanah." Hal tersebut merupakan awal dari dosa besar, yaitu takabur iblis- musuh Allah karena tidak mau bersujud kepada Adam AS.
Menurut kami, didalam sebuah hadits telah disebutkan:
TAFSIR SURAH AL-BAQARAH: 35
قُلْنَا يَا آدَمُ اسْكُنْ أَنْتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ وَكُلا مِنْهَا رَغَداً حَيْثُ شِئْتُمَا وَلا تَقْرَبَا هَذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِين
Allah SWT berfirman memberitakan kehormatan yang dianugerahkanNya kepada Adam, Allah SWT memerintahkan kepada para malaikat agar bersujud kepadanya, lalu mereka sujud kepadanya kecuali Iblis bin Jin : bahwa Dia memperbolehkan baginya Surga untuk tempat tinggalnya dimanapun yang dia kehendaki. Adam boleh memakan makan yang dia sukai dengan leluasa, yakni dengan senang hati, berlimpah dan penuh dengan kenikmatan.
Al-Hafiz Abu Bakar ibnu Murdawaih meriwayatkan dari hadits Muhammad Ibnu Isa Ad-Damigani, telah menceritakan kepada kami Salamah ibnu Fadl. dari Mikail dari Lais dari Ibrahim At-Taimi, dari ayahnya dari Abu Zar yang menceritakan hadits berikut yang artinya:
Surga yang ditempati oleh Adam ini masih diperselisihkan, apakah Surga yang di langit atau Surga yang dibumi? Jumhur ulama berpendapat yang pertama, yakni Surga yang di langit.
Al Qurtubi meriwayatkan dari golongan Mu'tazilah dan Qadariyah suatu pendapat yang mengatakan bahwa surga tersebut ada di bumi.
Oleh karenanya setiap negara mengaku bahwa daerahnya adalah Surga yang dahulu ditempati Adam as, sebagai contoh orang-orang Afrika mengaku bahwa Surga tersebut berada di daerah garis katulistiwa antara Tanzania dan Kenya, orang Etopia mengaku Surga tersebut di daerah “ Habasyah “, orang Yaman mengaku bahwa ia berada di daerah Adan, orang Indian di Amerika Selatan mengaku ia di pegunungan Klorado, orang Lebanon mengaku bahwa ia di kota Ihdan, begitu juga orang Iraq.
Di dalam ayat di atas ada beberapa pelajaran diantaranya adalah :
1. Apakah maksud perintah Allah SWT kepada Adam as untuk tinggal di dalam Surga ?
Kalimat "Uskun“ yang artinya “ tinggallah “, didalam bahasa Arab mengandung makna “ ketenangan “ , karena orang yang tinggal di dalam rumah (maskan) akan merasakan ketenangan. Kata“ Sikkin“ yang artinya pisau, berfungsi untuk menenangkan binatang yang akan disembelih sehingga tidak bergerak lagi setelah disembelih. Begitu juga kata “Miskin“ yang berarti orang yang tidak punya, karena dia tidak banyak bergerak dan beramal. Kalimat "Uskun“ berarti juga“ tinggallah sementara “. Artinya, perintah Allah diatas kepada Adam untuk tinggal di Surga bersifat sementara. Karena perintah “ tinggal-lah “ tidak berarti terus memiliki tempat tersebut dan tinggal selamanya.
2. Kapan dan bagaimana Siti Hawa diciptakan ?
Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud dan Ibnu Abbas bahwasanya ketika Adam tinggal di dalam Surga sendiri, dia merasa kesepian, ketika dia sedang tidur, diciptakanlah Siti Hawa dari tulang rusuknya yang pendek dari pinggang kirinya , agar Adam bisa merasa tenang berada disamping Siti Hawa.
Inilah arti firman Allah swt :هُوَ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَجَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا لِيَسْكُنَ إِلَيْهَا
3. Surga yang ditempati nabi Adam berada dilangit atau di Bumi ?
Mayoritas ulama berpendapat bahwa Surga yang ditempati nabi Adam setelah diciptakan Allah adalah Surga yang ada di langit.
Mereka merujuk kepada dalil-dalil di bawah ini :
Tafsir Ibnu Kathir
TAFSIR QS. AL BAQARAH AYAT 34
Bismillah
Abu Ja'far meriwayatkan dari Ar-Rabi', dari Abul Aliyah sehubungan dengan makna Firman Allah Swt:
وكان من الكافرين. ( البقرة : 34 )
“Ia termasuk golongan orang-orang kafir” (Al Baqarah : 34)
Yang dimaksud dengan orang kafir ialah orang yang durhaka. Sehubungan dengan makna ayat ini As-Saddi mengatakan, yang dimaksud dengan orang-orang kafir ialah mereka yang belum diciptakan oleh Allah SWT saat itu, tetapi jauh sesudahnya.
Muhammad ibnu ka'b Al-Qurazi mengatakan bahwa iblis sejak diciptakan oleh Allah SWT ditakdirkan untuk berbuat kekufuran dan kesesatan, tetapi mereka beramal seperti amalnya para malaikat, kemudian Allah SWT menjadikan sesuai dengan apa yang telah diciptakanNya sejak semula, yaitu kafir, sebagaimana dinyatakan oleh firmanNya: Ia termasuk golongan orang-orang kafir. ( Al Baqoroh: 34 )
واذقلبا للملآئكة اسجدوا لآدم. ( البقرة : 34 )
Dan (ingatlah) ketika kami berfirman kepada para malaikat, "sujudlah kalian kepada Adam!" (Al-Baqarah: 34)
ﻭَﺭَﻓَﻊَ ﺃَﺑَﻮَﻳْﻪِ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﻌَﺮْﺵِ ﻭَﺧَﺮُّﻭﺍ ﻟَﻪُ ﺳُﺠَّﺪًﺍ ۖﻭَﻗَﺎﻝَ ﻳَﺎ ﺃَﺑَﺖِ ﻫَٰﺬَﺍ
ﺗَﺄْﻭِﻳﻞُ ﺭُﺅْﻳَﺎﻱَ ﻣِﻦْ ﻗَﺒْﻞُ ﻗَﺪْ ﺟَﻌَﻠَﻬَﺎ ﺭَﺑِّﻲ ﺣَﻘًّﺎ ۖﻭَﻗَﺪْ ﺃَﺣْﺴَﻦَ ﺑِﻲ ﺇِﺫْ ﺃَﺧْﺮَﺟَﻨِﻲ
ﻣِﻦَ ﺍﻟﺴِّﺠْﻦِ ﻭَﺟَﺎﺀَ ﺑِﻜُﻢْ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺒَﺪْﻭِ ﻣِﻦْ ﺑَﻌْﺪِ ﺃَﻥْ ﻧَﺰَﻍَ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥُ ﺑَﻴْﻨِﻲ ﻭَﺑَﻴْﻦَ
ﺇِﺧْﻮَﺗِﻲ ۚﺇِﻥَّ ﺭَﺑِّﻲ ﻟَﻄِﻴﻒٌ ﻟِﻤَﺎ ﻳَﺸَﺎﺀُ ۚﺇِﻧَّﻪُ ﻫُﻮَ ﺍﻟْﻌَﻠِﻴﻢُ ﺍﻟْﺤَﻜِﻴﻢ
Dan ia menaikan kedua ibu bapaknya ke atas singgasana. Dan mereka (semuanya) merebahkan diri seraya sujud kepada Yusuf. Dan Yusuf berkata, "Wahai ayahku, inilah takdir mimpiku yang dahulu itu, sesungguhnya Tuhanku telah menjadikan suatu kenyataan." (Yusuf: 100)
قدمت الشام فرأيتهم يسجدون لاساقفتهم وعلمائهم، فانت يارسول الله احق ان يسجدلك، فقال ﻻ لوكنت آمرا بشرا ان يسجد لبشر لامرت المرأة ان تسجد لزوجها من عظم حقه عليها.
Ketika aku tiba di negeri Syam, kulihat mereka sujud kepada uskup-uskup dan ulamanya, maka engkau, wahai Rasulullah SAW adalah orang yang lebih berhak untuk di sujudi. Lalu Rasul SAW bersabda: "Tidak, seandainya aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain, niscaya aku perintahkan kepada wanita agar sujud kepada suaminya, karena besarnya hak suami atas dirinya. "
Sebagian ulama mengatakan bahwa sujud tersebut hanya di tujukan kepada Allah SWT. Sedangkan Adam sebagai Kiblat (arah)nya, seperti pengertian yang terkandung di dalam firmanNya:
"Dirikanlah sholat dari sesudah matahari tergelincir". (Al-Isra: 78)
Pendapat ini dinilai kuat oleh Ar-Razi didalam kitab tafsirnya, sedangkan dua pendapat lainnya dinilainya lemah, yaitu pendapat yang mengatakan bahwa adam sebagai Kiblatnya, mengingat hal ini tidak menggambarkan sebagai suatu kehormatan. Pendapat yang kedua ialah yang menyatakan bahwa sujud tersebut berupa tunduk, bukan membungkukkan badan dan meletakkan dahi di tanah, tetapi pendapat inipun dinilai lemah oleh Ar-Razi.
Maka sujudlah mereka kecuali iblis, ia enggan dan takabur, dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir. (Al-Baqarah: 34)
ﻻيدخل الجنة من كان فى قلبه مثقال حبة من خردل من كبر.
Tidak dapat masuk surga seseorang yang didalam hatinya terdapat sifat takabur sekalipun seberat biji sawi.
Maka jadilah anak itu termasuk orang orang yang ditenggelamkan. (Hud: 43)
Artinya :
Dan Kami berfirman: “Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu Surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim".
( QS Al-Baqarah : 35 )
Aku bertanya, "Wahai Rasulullah SAW, bagaimanakah menurutmu Adam, apakah dia seorang nabi?". Rasul SAW menjawab: "Ya dia seorang nabi lagi Rasul, Allah berbicara dengannya secara terang-terangan, dan Allah berfirman, "diamilah oleh kamu dan istrimu surga ini".
Kelompok Mu’tazilah dan Qadariyah berpendapat bahwa Surga yang ditempati nabi Adam pada waktu penciptaannya adalah Surga di bumi, tempatnya di daerah Adan, Yaman. Mereka berdalil bahwa Suga yang dilangit, jika seseoang sudah masuk didalamnya, niscaya dia tidak akan keluar lagi. Begitu juga di dalamnya tidak ada kebohongan dan tidak ada pula kemaksiatan, sedang Iblis di di alam Surga tersebut telah berbuat maksiat dan berbohong kepada Adam ( Tafsir Qurtubi : 1/ 207 ).
" Dialah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan dari padanya Dia menciptakan istrinya, agar dia merasa senang kepadanya". ( Q.S Al-A’raf : 189 )
Di dalam hadist Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah Saw bersabda : “Sesungguhnya perempuan itu diciptakan dari tulang rusuk". Di dalam riwayat lain disebutkan : "Sesungguhnya bagian yang bengkok dari tulang rusuk terdapat disebelah atas, maka jika kalian bersenang-senang dengannya akan kalian dapatkan sesuatu yang masih bengkok, dan jika ingin meluruskannya hanyalah bisa dengan mematahkannya, yaitu dengan mencerainya".
Akan tetapi jika kita perhatikan ayat secara seksama seakan-akan menunjukkan bahwa Siti Hawa diciptakan sebelum Adam masuk Surga. Inilah yang dinyatakan oleh sebagian ulama dan dipilih oleh Ibnu Katsir didalam tafsirnya.
Allah menyebutkan Surga pada ayat di atas dengan menggunakan « alif lam « yang berarti bahwa Surga yang ditempati Adam pada waktu itu adalah Surga yang sudah diketahui orang banyak, yaitu Surgamasukan yang berada di langit.
Surga ini, secara umum, jika seseorang masuk kedalamnya setelah hari kiamat, niscaya dia tidak akan keluar lagi darinya. Akan tetapi , jika ia masuk sebelum hari kiamat, kemungkinan ia bisa keluar lagi, seperti yang terjadi pada diri nabi Adam, dan juga terjadi pada diri nabi Muhammad SAW pada peristiwa Isra’ dan Mi’raj.
Di sana ada beberapa makhluk yang dikehendaki Allah bisa masuk Surga dan keluar lagi, seperti para malaikat .
Diterjemahkan oleh:
Alfan Muttaqien (Tim Syari'ah Divisi Tsaqafah Islamiyah-PSDM ODOJ)
Qatadah mengatakan sehubungan dengan makna firmanNya:
Karena taat kepada Allah SWT, maka malaikat bersujud kepada Adam. Allah SWT memuliakan Adam dengan memerintahkan para MalaikatNya bersujud kepadanya.
Sebagian Ulama mengatakan bahwa sujud ini merupakan penghormatan dan salam serta pemuliaan, seperti pengertian yang terdapat di dalam firman Allah SWT :
Di masa lalu hal ini memang diperbolehkan dikalangan umat umat terdahulu, tetapi dalam agama kita hal ini telah di MANSUKH.
Mu'az mengatakan hadis berikut:
Pendapat ini dinilai RAJIH oleh Ar-Razi.
Akan tetapi pengertian kias ini masih perlu dipertimbangkan, dan yang paling kuat adalah pendapat pertama tadi, yaitu yang mengatakan bahwa sujud kepada Adam sebagai penghormatan dan salam serta kemuliaannya. Hal ini termasuk taat kepada Allah SWT. Karena Allah Swt memerintahkannya.
Qatadah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
Musuh Allah alias iblis dengki terhadap Adam AS karena kehormatan yang telah diberikan oleh Allah SWT, kepada Adam dan ia berkata, "Aku berasal dari api, sedangkan dia dari tanah." Hal tersebut merupakan awal dari dosa besar, yaitu takabur iblis- musuh Allah karena tidak mau bersujud kepada Adam AS.
Menurut kami, didalam sebuah hadits telah disebutkan:
Di dalam hati iblis terdapat sifat takabur, kekufuran, dan
keingkaran yang mengakibatkan dirinya terusir dan di jauhkan dari rahmat Allah
dan dari sisi-Nya. Sebagian Ahli i'rab mengartikan firman-Nya, "Wa-kana
minal kafirin, " maksudnya jadilah dia (iblis) termasuk golongan orang
orang yang kafir karena menolak untuk sujud. Perihalnya sama dengan firman
Allah Swt. Lainnya, yaitu: Maka jadilah anak itu termasuk orang orang yang ditenggelamkan.
(Hud: 43)
TAFSIR SURAH AL-BAQARAH: 35
قُلْنَا يَا آدَمُ اسْكُنْ أَنْتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ وَكُلا مِنْهَا رَغَداً حَيْثُ شِئْتُمَا وَلا تَقْرَبَا هَذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِين
Allah SWT berfirman memberitakan kehormatan yang dianugerahkanNya kepada Adam, Allah SWT memerintahkan kepada para malaikat agar bersujud kepadanya, lalu mereka sujud kepadanya kecuali Iblis bin Jin : bahwa Dia memperbolehkan baginya Surga untuk tempat tinggalnya dimanapun yang dia kehendaki. Adam boleh memakan makan yang dia sukai dengan leluasa, yakni dengan senang hati, berlimpah dan penuh dengan kenikmatan.
Al-Hafiz Abu Bakar ibnu Murdawaih meriwayatkan dari hadits Muhammad Ibnu Isa Ad-Damigani, telah menceritakan kepada kami Salamah ibnu Fadl. dari Mikail dari Lais dari Ibrahim At-Taimi, dari ayahnya dari Abu Zar yang menceritakan hadits berikut yang artinya:
Surga yang ditempati oleh Adam ini masih diperselisihkan, apakah Surga yang di langit atau Surga yang dibumi? Jumhur ulama berpendapat yang pertama, yakni Surga yang di langit.
Al Qurtubi meriwayatkan dari golongan Mu'tazilah dan Qadariyah suatu pendapat yang mengatakan bahwa surga tersebut ada di bumi.
Oleh karenanya setiap negara mengaku bahwa daerahnya adalah Surga yang dahulu ditempati Adam as, sebagai contoh orang-orang Afrika mengaku bahwa Surga tersebut berada di daerah garis katulistiwa antara Tanzania dan Kenya, orang Etopia mengaku Surga tersebut di daerah “ Habasyah “, orang Yaman mengaku bahwa ia berada di daerah Adan, orang Indian di Amerika Selatan mengaku ia di pegunungan Klorado, orang Lebanon mengaku bahwa ia di kota Ihdan, begitu juga orang Iraq.
Di dalam ayat di atas ada beberapa pelajaran diantaranya adalah :
1. Apakah maksud perintah Allah SWT kepada Adam as untuk tinggal di dalam Surga ?
Kalimat "Uskun“ yang artinya “ tinggallah “, didalam bahasa Arab mengandung makna “ ketenangan “ , karena orang yang tinggal di dalam rumah (maskan) akan merasakan ketenangan. Kata“ Sikkin“ yang artinya pisau, berfungsi untuk menenangkan binatang yang akan disembelih sehingga tidak bergerak lagi setelah disembelih. Begitu juga kata “Miskin“ yang berarti orang yang tidak punya, karena dia tidak banyak bergerak dan beramal. Kalimat "Uskun“ berarti juga“ tinggallah sementara “. Artinya, perintah Allah diatas kepada Adam untuk tinggal di Surga bersifat sementara. Karena perintah “ tinggal-lah “ tidak berarti terus memiliki tempat tersebut dan tinggal selamanya.
2. Kapan dan bagaimana Siti Hawa diciptakan ?
Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud dan Ibnu Abbas bahwasanya ketika Adam tinggal di dalam Surga sendiri, dia merasa kesepian, ketika dia sedang tidur, diciptakanlah Siti Hawa dari tulang rusuknya yang pendek dari pinggang kirinya , agar Adam bisa merasa tenang berada disamping Siti Hawa.
Inilah arti firman Allah swt :هُوَ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَجَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا لِيَسْكُنَ إِلَيْهَا
3. Surga yang ditempati nabi Adam berada dilangit atau di Bumi ?
Mayoritas ulama berpendapat bahwa Surga yang ditempati nabi Adam setelah diciptakan Allah adalah Surga yang ada di langit.
Mereka merujuk kepada dalil-dalil di bawah ini :
Tafsir Ibnu Kathir
Diterjemahkan
oleh:
Alfan Muttaqien (Tim Syari'ah Divisi Tsaqafah Islamiyah-PSDM ODOJ)
Komentar
Posting Komentar