Tafsir Qur'an Surah Al Baqarah : 39 - 40

Tafsir Qur'an Surah Al Baqarah : 39

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيم
وَالَّذِينَ كَفَرُوا وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ. (البقرة : 39 )
Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. (Al Baqarah: 39)
Artinya, mereka kekal di dalamnya, tiada jalan keluar bagi mereka dari neraka karena mereka menjadi penghuni yang abadi.
Ibnu Jarir dalam bab ini mengetengahkan sebuah hadis yang ia kemukakan dari dua jalur periwayatan, dari Abu Salamah dan Sa'id ibnu Yazid, dari Abu Nadrah Al-Mundzir ibnu Malik ibnu Qit'ah, dari Abu Sa'id (nama aslinya Sa'd ibnu Malik ibnu Sinan Al-Khudri) yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. pemah bersabda:
أما اهل النار الذين هم أهلها فلايموتون فيها ولا يحيون ولكن اقوام اصابتهم النار بخطاياهم فاماتتهم إماتة حتى إذاصاروا فحما اذن فى الشفاعة
Adapun ahli neraka yang menjadi penghuni tetapnya, maka mereka tidak pernah mati di dalamnya, tidak pula hidup (karena mereka selamanya di azab terus-menerus). Tetapi ada beberapa kaum yang dimasukkan ke dalam neraka karena dosa-dosa mereka, maka mereka benar-benar mengalami kemalian; dan apabila mereka sudah menjadi arang, maka baru diizinkan beroleh syafaat.
Imam Muslim meriwayatkan hadis ini melalui hadis Syu'bah, dari Abu Salamah dengan lafaz yang sama. Penyebutan ayat yang menerangkan penurunan untuk yang kedua kalinya ini karena berkaitan dengan makna yang berbeda dengan pengertian yang ada pada ayat pertama. Sebagian ulama menduga bahwa ayat yang kedua ini merupakan taukid dan pengulangan yang mengukuhkan makna ayat pertama, perihalnya sama dengan ucapan,"Berdirilah, berdirilah!"
Ulama lainnya mengatakan bahwa penurunan yang pertama ini mengisahkan penurunan dari surga ke langit dunia, sedangkan penurunan yang kedua adalah dari langit dunia ke bumi. Akan tetapi pendapat yang sahih adalah yang pertama tadi..


Tafsir Qur'an Surah Al Baqarah : 40
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيم
يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اذْكُرُوا نِعْمَتِيَ الَّتِي أَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ وَأَوْفُوا بِعَهْدِي أُوفِ بِعَهْدِكُمْ وَإِيَّايَ فَارْهَبُون
Artinya:
"Hai Bani Israil, ingatlah akan nikmatKu yang telah Aku anugerahkan kepada kalian; Dan penuhilah janji kalian kepada-Ku niscaya aku penuhi janji-Ku kepada kalian dan hanya kepada Ku lah kalian harus takut (Tunduk)".
Artinya:
"(Yaitu) anak cucu dari orang orang yang kami bawa bersama sama Nuh. Sesungguhnya dia adalah hamba (Allah) yang banyak bersyukur". (Al Isra : 3)
Artinya:
"Ingatlah kalian akan nikmat-Ku yang telah aku turunkan kepada kalian". (Al Baqoroh: 40)
"ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepada kalian" (Al-Maidah:40)
وَأَوْفُوا بِعَهْدِي أُوفِ بِعَهْدِكُمْ
وَإِيَّايَ فَارْهَبُون
"Dan kepada-Ku lah kalian harus takut (tunduk)"
Maraji' : Tafsir ibnu Katsir
ٰ
Ditulis oleh : Tim Syari'ah Divisi Tsaqafah Islamiyah PSDM ODOJ


Allah berfirman dan memerintahkan bani israil untuk masuk islam dan mengikuti nabi Muhammad Saw. Serta menggerakkan perasaan mereka dengan menyebutkan kakek moyang israil, yaitu Nabi Allah Ya'qub AS.
Seakan akan ayat ini mengatakan, Hai anak anak hamba yang saleh lagi taat kepada Allah Swt, jadilah kalian seperti nenek moyang kalian dalam mengikuti perkara yang Hak. Hal ini sama dengan perkataan "Hai anak orang yang dermawan, berdermalah" Atau, "Hai anak yang pemberani, majulah menentang para penyerang" atau, "Hai anak orang orang alim, tuntutlah ilmu" atau "Hai anak anak Odojer, bacalah Al Qur'an"
Ayat lain yang semakna dengan Al Baqoroh 40 adalah
ذُرِّيَّةَ مَنْ حَمَلْنَا مَعَ نُوحٍ ۚ إِنَّهُ كَانَ عَبْدًا شَكُورًا
Israil adalah nabi Ya'qub sendiri, sebagai dalil nya ialah sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud At-Tayalisi, bahwa telah menceritakan kepadanya Abdullah ibnu Abbas yang menceritakan hadits berikut :
Segolongan orang orang Yahudi datang menghadap kepada Nabi Saw lalu Nabi berkata kepada mereka, "Tahukah kalian bahwa Israil adalah Ya'qub?" Mereka menjawab, "Ya Allah, memang benar." Nabi saw. berkata, "Ya Allah, Saksikanlah."
Abdullah ibnu Abbas, menyebutkan bahwa Israil itu artinya sama dengan Abdullah (Hamba Allah)
َاذْكُرُوا نِعْمَتِيَ الَّتِي أَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ 
Mujahid berkata : diantara nikmat Allah Swt atas bani israil adalah dipecahkannya batu besar yang memancar padanya air, diturunkan makan berupa manna dan salwa, kemudian diselamatkan dari (perbudakan) fir'aun.
Abu 'Aliyah berkata: nikmat Allah itu adalah menjadikan banyak nabi dan rasul yang lahir dari kaum bani israil dan menurunkan kepada mereka kitab-kitab.
Ini serupa dengan perkataaan Nabi Musa AS pada  bani israil : "Hai kaumku ingatlah nikmat Allah Swt atas kalian ketika Dia mengangkat nabi-nabi diantara kalian dan dijadikan-Nya kalian orang-orang merdeka dan diberikan-Nya kepada kalian apa yang belum pernah diberkan-Nya kepada seorangpun diantara umat-umat yang lain". (Al-Maidah: 20)
Dari Ibnu Abbas berkata berkaitan dengan ayat ini,
Maksudnya adalah cobaan yang ada pada bani israil dan yang ada pada nenek moyang mereka ketika mereka diselamatkan dari fir'aun.
Allah SWT berfirman: 
"...Dan penuhilhan janji kalian kepada-Ku niscaya Aku punuhi janji-Ku kepada kalian (Al-Baqarah:40)
Maksudnya, janji yang Allah yang diambil atas mereka untuk beriman kepada Nabi Muhammad SAW. Jika mereka menepatinya maka sebagai gantinya Allah Swt akan menghapus dosa-dosa mereka yang telah berlalu.
Menurut Hasan Al-Basri, janji tersebut adalah yang disebutkan dalam surat Al-Maidah ayat 12.
Abu Aliyah berpendapat "Penuhilah janji kalian kepada-Ku" yaitu janji Allah Swt kepada hamba-hambaNya dengan agama islam dan mereka wajib mengikutinya.
Adh-Dhaak dari Ibnu Abbas sehubungan dengan firman Allah "Niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu" yakni dengan Allah Swt meridhoi mereka dan memasukkan mereka kedalam Surga.
Allah berfirman :
Ibnu Abbas mengatakan sehubungan dengan ayat ini, "Dan kepada-Ku lah kalian harus takut (tunduk)" yakni takut akan diturunkannya apa yang pernah Allah Swt turunkan kepada nenek moyang mereka berupa siksa yang telah mereka ketahui sendiri dari berbagai kutukan dan lainnya.
Ini merupakan targib (Anjuran) yang berubah menjadi tarhib (peringatan). Allah Swt menyeru meraka dengan anjuran dan peringatan, yang dengan ini semoga menjadikan mereka dapat kembali kepada yang haq dan mengikuti Rasul serta mengambil pelajaran dari Al-Qur'an.
ِ

Komentar

Postingan Populer