PERTEMANAN DI DUNIA MAYA
Pertemanan
via dunmay alias dunia maya.. Hhhmm yang pertama kali terpikirkan oleh logika
ku adalah “mungkinkah” itu terjadi? Beberapa orang yang tak pernah bertemu
sebelumnya, tak pernah mengenal sebelumnya, bahkan untuk tahu nama juga tidak,
kemudian disatukan dalam satu grup/forum, lalu saling memperkenalkan diri dan
bertukar foto lewat dunmay. Hari berganti hari, bulan berganti bulan, becandaan,
share tips apa saja, maupun bertukar informasi menarik dilakukan. Rasa sayang dan
pengertian pun terbentuk dengan sendirinya.. Sesekali bertemu jika ada waktu
yang pas disebut “kopdar” atau “meet up”. Jika ada yang sakit atau berduka teman-teman
segrup utamanya yang sedaerah menyempatkan untuk datang menjenguk dan
mendoakan. Jika ada yang berbahagia atas kelahiran dan pernikahan pun kami
urunan atau patungan memberikan sesuatu.
Yah,
itu yang kurasakan melalui grup-grup chatting yang lagi ngetrend saat ini, via whatsapp maupun via line. Tak jarang mendapat omelan dari mama karena terlalu sering dan
terlalu lama memandang si gadget. Kadang senyum sendiri kadang nangis sendiri.
Selain
memperkenalkan dan mempertemukan dengan sahabat dan teman-teman dari berbagai kota, kedua aplikasi tersebut juga menjadikan
jarak yang jauh menjadi dekat. Seseorang dapat dengan mudahnya mengirim kabar,
foto maupun video dengan anggota keluarga yang berada di luar kota bahkan di
luar negeri. Jadi dapat mengurangi rasa rindu bagi yang berpisah dengan
keluarga maupun sahabatnya .
Dimulai
dari grup ODOJ,, dimana kita saling support dan dukung untuk menyelesaikan
tilawah 1 juz. Kadang bercanda, share tips dan resep, bahkan curhat masalah
pribadi (ya namanya juga wanita hihi). Jika di kemudian hari ada yang memilih
untuk mundur rasanya sedih, padahal sebelumnya kita tak saling kenal, kita
akrab, lalu ada yang ingin melepaskan diri. Apalagi posisi saya sebagai admin
mereka, sebagai fasilitator yang menggabungkan dan mengkoordinir mereka dalam
satu grup. Tapi kembali ke individu masing-masing, karena tak ada paksaan untuk
bertahan di sini.
Kemudian
melalui grup Kompakers, yang terbentuk karena kesamaan hobi “jepret-jepret”. Kami bertemu dan kenal di Instagram dan berlanjut ke line. Tempat dimana kita saling hibur dan berbagi tips mengenai
photography dan share resep serta tips mengolah makanan dan limbah kain perca menjadi
sesuatu yang berguna, bahkan membuat craft yang bernilai jual dan layak bersaing
dengan crafter lainnya. Kebanyakan kami yang bergabung terdiri dari berbagai
macam bakat dan profesi. Kadang pula ada “challenge” dadakan berupa properti foto maupun makanan yang diadakan oleh
anggota grup dengan beberapa syarat dan pertanyaan tergantung si pemberi
hadiah.
Berikutnya
grup Kajian Online HA, dimana tiap hari kita diberikan pelajaran atau taujiah
dari ustad maupun ustadzah, banyak ilmu agama yang didapat, banyak kenal
orang-orang hebat yang menginspirasi untuk menjadi manusia yang lebih baik
lagi. Berlanjut dengan turut sertanya aku sebagai anggota Tim Posting di
komunitas tersebut, yang memperkenalkanku dengan dunia Blog. Yah meskipun belum
begitu maksimal karena hanya kugunakan sebagai catatan sehari-hari atau curahan
pikiran yang ga jelas hahaha.
Sebaliknya,
kedua aplikasi tersebut juga dapat menyatukan teman-teman kuliah yang sudah
pasti berpisah dan berpencar sesuai rejeki dan jodohnya masing-masing. Ada grup
PBT 2010 sebagai grup angkatan pascasarjana di IPB prodi Pemuliaan dan
Bioteknologi Tanaman, tempat curhat dan berbagi informasi tentang dunia
pertanian. Kemudian ada grup Keluarga 11 PPMKP Ciawi, yang isinya teman-teman
seangkatan prajab Kementerian Pertanian kemaren, tempat curhat dan berbagi info
tentang dunia pertanian juga haha…
Dibalik
itu semua, tentu ada efek negatif dari kedua aplikasi tersebut. Kita harus
pandai membagi dan mengatur waktu terhadap arus obrolan dan waktu untuk
mengurus keluarga bagi yang sudah berkeluarga, dan menyelesaikan pekerjaan bagi
yang memiliki tanggungjawab.
Sekian
cerita dan kesan ku terhadap pertemanan di dunia maya..


Komentar
Posting Komentar